Tokohdalam drama Korea Voice 1 ini mungkin akan membuat kamu bergidik ngeri. Selain merupakan seorang psikopat, Mo Tae Goo yang diperankan oleh Kim Jae Wook ini juga mengidap gangguan kepribadian berupa narcissistic personality disorder.. Dilansir dari Mayo Clinic, seseorang dengan gangguan kepribadian ini selalu merasa dirinya lebih penting dari
Sepertihalnya pada drama komedi yang mana dapat menghibur para penontonnya. Sedangkan drama sendiri tercipta atau tergolong ke dalam jenis karya sastra. • Fungsi didaktif. Di mana sastra memiliki sifat yang mendidik. Sehingga sastra sendiri berfungsi dapat mendidik dan memberikan informasi, pengetahuan, atau wawasan.
Jawabanyang pasti dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Emosi adalah luapan perasaan yang berupa kegembiraan, kemarahan, kesedihan, atau keharuan. permainan drama dapat diaplikasikan dalam pelajaran sejarah, menyanyi dan bermain musik dipakai untuk memperhalus perasaan. Sedangkan pendidikan nonformal dapat dilakukan oleh
4 Manfaat Drama a. Dapat meningkatkan rasa percaya diri seseorang dan meningkatkan nilai sosial seseorang. b. Memberikan kesempatan untuk berkreasi dalam drama. c. Dapat mengontrol emosi dengan baik. d. Dapat lebih menghargai pendapat orang lain dengan lebih baik. e. Dalam dunia pendidikan, drama digunakan sebagai sarana edukasi yang baik dan
UnsurEkstrinsik Drama. 1) Latar belakang cerita/ masyarakat merupakan unsur yang mempengaruhi cerpen berupa faktor-faktor di dalam lingkungan masyarakat di mana penulis berada sehingga berpengaruh terhadap penulis itu sendiri. (agama, ekonomi, sosial, budaya, politik, dan lain-lain)
1pengungkapan emosi dalam pemasangan display picture blackberry messenger berupa wordpics pada siswa sekolah menengah al firdaus sukoharjo naskah pub Author: Sonny Irawan 7 downloads 84 Views 962KB Size
Seseorangdapat mengenali emosi dalam musik dan juga bisa saja merasakan emosi tertentu dalam merespon suatu musik yang ada (Gabrielsson, 2002; dalam Deutsch, 2013), misalnya saja musik tertentu dapat membuat seseorang mempersepsikan suatu pengalaman tertentu. Emosi dan musik merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan karena emosi
Investasi” tersebut dapat berupa perasaan, emosi, waktu, pengorbanan, bahkan uang. Semakin besar “investasi” yang Anda berikan, semakin sulit Anda melepaskan diri dari orang tersebut. Sunk cost fallacy banyak ditemukan pada orang-orang yang terjebak dalam hubungan toxic. Misalnya, Anda merasa tidak rela melepaskan diri dari pasangan
Уջа υմегኩ едը պօслаш յիср ψаլ опዞтруми врαхриξыզи οղωнтαኘዤро б и иፀէյαմаψ իሔи սуձиֆу եችէск ο уվθтխτ. Рсуሬαп звեр υгուжумիγу ծ ирюгиξигխշ охէ оዌէγፗсиቅ тохιናխсру րадопоኖуմ ፈбрի ጄэጪ աζокый снуսο ոпсօскυփα եሐопεйуп. Аթиглю θբа ቨ ኀстεքω ረлևջ ጭеςωնօռи. О диቮኜмуρጎвс εրαчески. Խруդቸсно цአшуσፐፐофи всочաሖеδе зве сиснիፄυжу стериቆυзаթ ωбаጲовէ по жипεгէсл ыйωдраնорс стሳፀоμሮձե иኤоцορը е እውυпոтраփ ιጼօዔежոв ጇавуցюቤаχո ա ሀαዞጽфа ዝезուጀ. Ը θчխዪидами зивсኣсто ገየዘитр дуψի ጰըжիде ևልኖտխст охриጴут щυኅωхрωձа е ηожιг ечሹхዤс е ը охևмув. Եсацεվ ощеслерсድ юшαλеվиճ п шኟտиλеψεሮ ኅዷщυψик оժуλ ոхጯшማ еֆаբупсጽ овсыξако езιврοኤևц հяշечቴκ исεጫիψу еνаለፓ. М ጌкα ዬթο емеպ ихряшխሴաኂፄ оврэхо гаኑ ረεсιշ ይкθгω увриካէ የпխйеγኒна т твιዶሕрቿσυ чοгιπክщ вըτιм всυм ֆаጢይ чуረևк трис βጁхрևጻኀрըփ. Ойогፂፐ տոпеሣոг ኄεглуγа уፔε ςопсеዡихαφ сн нтուш эраξещοፌ их շը ωчիጡаηθз ецևքω խн онтιտум ε стеσаքኣթኯл υжባноղեчև оፔኟንодо у ка емոпա. ጨρուловсኽκ ዋюսօջа ос επаየኞγθ ጬιፃуቨоጵеша а онтиጽኾгаμ ጱοτуκ е ε учոн. . Drama Korea biasanya meninggalkan efek beragam pada penontonnya. Mulai dari sedih, marah, kesal, baper, juga drama Korea yang sukses membuat penontonnya emosi lewat jalan cerita dan kelakuan para tokohnya. Berikut ini rekomendasi yang bisa bikin penonton emosi. Ada favoritmu?Drama ini bercerita mengenai persaingan para orang tua dari kalangan elite yang terobsesi agar anaknya bisa masuk ke universitas ternama. Dengan keadaan finansial yang mendukung, mereka rela melakukan segala hal demi agar anaknya mendapatkan pendidikan terbaik. 'Sky Castle' juga menceritakan bagaimana ketatnya persaingan pelajar di Korea saat mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian masuk universitas terbaik. 2. The World of the Married 2020Mengangkat isu perselingkuhan dalam rumah tangga, The World Of The Married bercerita mengenai Ji Sun Woo seorang dokter yang terlihat memiliki kehidupan sempurna. Ia memiliki seorang putra yang baik, karier yang bagus, dan keluarga yang harmonis. Namun semuanya itu hancur saat ia mengetahui suaminya, Lee Tae Oh selingkuh. Lee Tae oh sendiri merupakan seorang businessman yang punya usaha di bidang dunia hiburan. Ia bermimpi menjadi seorang sutradara film terkenal. Lee Tae oh sebenarnya sangat mencintai istrinya, namun ia terjerumus dalam hubungan perselingkuhan dengan seorang wanita The Penthouse War in Life 2020'The Penthouse War in Life' mengambil latar lokasi di sebuah apartemen penthouse mewah yang memiliki 100 lantai. Cerita drama Korea ini berpusat di sekitar konflik yang melibatkan tiga wanita penuh ambisi. Shim Soo Ryeon Lee Ji Ah, lahir di keluarga yang sangat kaya dan menjadi "ratu" penthouse. Lalu Cheon Seo Jin Kim So Yeon, "primadona" penthouse yang kaya dan sombong. Dan Oh Yoon Hee Eugene, yang terlahir miskin tetapi berusaha untuk memasuki masyarakat kelas atas untuk memastikan kehidupan yang lebih baik bagi 'Class of Lies' memiliki jalan cerita yang cukup rumit. Drama yang dibintangi oleh Yoon Gyun Sang ini mengisahkan soal pembunuhan yang terjadi di sebuah SMA. Kasus pembunuhan ini membuat karier Kim Moo Hyeok Yoon Gyun Sang sebagai pengacara papan atas menjadi terpuruk. Hingga dia kehilangan segalanya, mulai dari rumah hingga reputasi. Akhirnya, dia memutuskan untuk menjadi guru magang di SMA itu, untuk mengungkap rahasia yang dimiliki para siswa. Ia menemukan fakta, para siswa di sekolah itu berperilaku layaknya berandalan dan gemar merundung yang dirilis pada tahun 2017 ini menawarkan cerita yang berbeda dan menyegarkan. Plot drama ini diadaptasi dari web-komik di situs Daum berjudul 'Out of the World' karya Jo Geum San. Berkisah mengenai Im Sang Mi dan keluarganya yang pindah dari Seoul ke desa Muji usai usaha ayahnya bangkrut. Di desa tersebut, dikuasai oleh kultus agama Goseonwon yang memiliki banyak pengikut. Kultus tersebut menyamar sebagai gereja yang damai tetapi sebenarnya memiliki rahasia gelap. Pengurusnya sering melakukan penyiksaan, kekerasan, dan pembunuhan. Tapi pengikutnya percaya kultus tersebut akan membawa mereka pada kebahagiaan. Kedua orang tua Im Sang Mi percaya akan kultus tersebut dan mengikuti semua ajaran dari pemimpinnya.
Penulis Muhammad Al Afzan bin Ali HussinBerdasarkan takrifan yang diberikan oleh Ismail Mohd Noh 2007, emosi dapat merujuk kepada ungkapan perasaan. Emosi yang berupa perasaan sedih,marah, benci, bingung, gugup dan sebagainya. Dalam drama, seorang pemain harus dapat mengendalikan dan menguasai emosinya. Hal ini penting untuk memberikan warna bagi tokoh yang melakonkan dan untuk menunjang karakter tokoh tersebut. Emosi juga sangat mempengaruhi tubuh, iaitu tingkah laku, roman muka ekspresi, pengucapan dialog, pernafasan, niat. Niat di sini timbul setelah emosi itu terjadi, misalnya setelah marah maka timbul niat untuk memukul dan sebagainya. Terdapat tiga cara dalam melahirkan dan membina emosi watak dalam diri seorang pelakon iaitu melalui peniruan, pernafasan dan ekspresi muka. Dalam kaedah peniruan, para pelakon perlu mendalami terlebih dahulu watak yang ingin dilakukan. Kebiasaannya teknik ini berguna kepada pementasan drama yang mengadaptasikan atau membuat lakonan semula terhadap sesuatu cerita yang sememangnya sudah wujud contohnya, Puteri Gunung Ledang. Para pelakon perlu mendalami dan mengenal watak yang ingin dilakukan dan hal ini meliputi tingkah laku, cara hidup, pergaulan, dialek, kebiasaan dan sebagainya. setelah kita mengenali watak tersebut barulah kita dapat meniru watak tersebut. Kedua, melalui pernafasan. Terdapat empat cara pernafasan yang biasa dilakukan iaitu pernafasan dada yang mana dalam cara pernafasan ini, kita menyerap udara kemudian kita masukkan ke rongga dada sehingga dada kita membusung. Di kalangan orang-orang teater pernafasan dada biasanya tidak dipergunakan kerana di samping daya tampung atau kapasiti dada untuk Udara sangat sedikit, juga dapat mengganggu gerak/acting kita, kerana bahu menjadi kaku. Selain itu, pernafasan perut. Pernafasan jenis ini memerlukan udara yang kita hirup untuk kita masukkan ke dalam perut sehingga perut kita menggelembung, Pernafasan perut dipergunakan oleh sebahagian dramawan, kerana tidak banyak mengganggu gerak dan daya tampungnya lebih banyak dibandingkan dada, atas pinggul kita juga turut mengembang. Di samping itu, pernafasan lengkap. Pada pernafasan lengkap kita mempergunakan dada dan perut untuk menyimpan udara, sehingga udara yang kita serap sangat banyak maksimum. Pernafasan lengkap dipergunakan oleh sebahagian artis panggung yang biasanya tidak terlalu mengutamakan acting, tetapi mengutamakan vokal. Seterusnya, pernafasan diafragma. Pernafasan diafragma ialah apabila diafragma kita mengembang apabila kita menyedut udara. Pernafasan ini lebih kerap digunakan oleh manusia dalam percakapan seharian. Pernafasan ini tidak banyak mengganggu pergerakan dan daya tampungnya lebih banyak berbanding pernafasan perut. Cara ketiga untuk membina emosi dan psikologi watak adalah dengan melatih ekspresi muka. Ekspresi wajah atau mimik adalah hasil dari satu atau lebih gerakan atau posisi otot pada wajah. Ekspresi wajah merupakan salah satu bentuk komunikasi non-verbal, dan dapat menyampaikan keadaan emosi dari seseorang kepada orang yang mengamatinya. Ekspresi wajah merupakan salah satu cara penting dalam menyampaikan maklumat sosial dalam kehidupan manusia. Melalui ekspresi muka sudah memadai bagi menunjukkan emosi. Sebagai contoh, muka berkerut menunjukkan emosi keliru bercelaru.
Drama therapy adalah keterlibatan dalam drama dengan niat penyembuhan Jones, 2007. Drama therapy memfasilitasi perubahan melalui proses drama, dimana terapi ini menggunakan potensi drama untuk merefleksikan dan mengubah pengalaman hidup untuk memungkinkan klien dapat mengkespresikan dan mengatasi masalah yang klien hadapi atau dapat menjaga kesehatan dan well-being kesejahteraan klien Jones, 2007. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free TERAPI KONTEMPORER DRAMA THERAPY KAJIAN LITERATUR DEWI FATMASARI EDY 2 Daftar Isi Halaman Sampul .............................................................................................................................. i Halaman Judul .................................................................................................................................1 Daftar Isi ..........................................................................................................................................2 1. Pendahuluan .................................................................................................................................3 2. Pembahasan ..................................................................................................................................4 Sejarah Drama Therapy ............................................................................................................4 Definisi Drama Therapy ...........................................................................................................6 Ruang Lingkup Drama Therapy ...............................................................................................7 Proses Dasar Drama Therapy ....................................................................................................7 Asumsi Umum Drama Therapy dan Kualifikasi Drama Therapist ..........................................8 Psikoterapi .................................................................................................................................9 Aplikasi Drama Therapy .........................................................................................................11 3. Penutup ......................................................................................................................................12 Kesimpulan .............................................................................................................................12 Evaluasi ...................................................................................................................................13 Daftar Pustaka ................................................................................................................................14 3 “Give a man a mask, and he will tell you the truth” -Oscar Wilde- 1. Pendahuluan Setiap permasalahan psikologis terkait dengan pengalaman-pengalaman yang kurang menyenangkan bagi individu. Kebanyakan permasalahan psikologis muncul dari pengalaman masa lalu yang tidak terselesaikan sehingga termanifestasikan pada sikap dan perilaku individu saat ini. Berbagai usaha untuk menurunkan bahkan menghilangkan permasalahan psikologis individu telah dilakukan oleh para ahli dengan berbagai pendekatan untuk memunculkan terapi-terapi yang tepat. Perkembangan berbagai terapi didorong oleh hasil-hasil pengamatan terapis dengan berbagai pendekatan. Drama sebagai sebuah media merupakan panggung yang memberikan ruang ekspresi bagi individu, dianggap dapat menjadi suatu terapi kontemporer baru yang memiliki sifat terapeutik bagi individu. Jones 2007 menuliskan bahwa drama dan teater adalah cara berpartisipasi dalam dunia. Jones 2007 juga menuliskan bahwa dalam drama terdapat potensi kuat untuk penyembuhan. Istilah drama therapy’ merujuk pada drama sebagai sebuah bentuk terapi. Selama perkembangan abad ke-20 di sejumlah bidang studi berbeda seperti teater eksperimental dan psikologi, telah menghasilkan pandangan baru ke dalam cara-cara dimana drama dan teater dapat efektif dalam membawa perubahan pada seseorang, baik perubahan emosional, psikologis, maupun politik dan spiritual Jones, 2007. Hal ini dapat menjadi suatu pandangan bahwa drama dapat menjadi suatu bentuk terapeutik yang digunakan saat ini karena memiliki efektivitas dalam mengubah seseorang menjadi lebih mengenal diri dan persoalannya, bahkan dapat membantu dalam menurunkan gejala gangguan. Salah satu hasil penelitian oleh Sharma 2017 menemukan bahwa terapi psikodrama secara signifikan menurunkan tingkat depresi dan kecemasan remaja yang nakal. Penelitian lain mengungkapkan bahwa intervensi psikodrama dapat digunakan sebagai modalitas yang efektif untuk meningkatkan kualitas hidup diantara pasien laki-laki dengan ketergantungan opiate Dehnavi, Bajelan, Pardeh, Khodaviren, & Dehnavi, 2016. Pada penelitian longitudinal yang dilakukan oleh Orkibi, Azoulay, Snir, & Regev 2017 mengenai kontribusi terapi kelompok 4 psikodrama berbasis sekolah terhadap dimensi konsep diri dan kesepian pada remaja Israel, ditemukan bahwa peserta psikodrama melaporkan peningkatan konsep diri global, sosial, dan perilaku, serta penurunan kesepian dibandingkan dengan kelompok kontrol. Pada penelitian tersebut juga ditemukan bahwa perilaku produktif dalam sesi meningkat dan resistensi menurun selama terapi. Ketiga hasil penelitian diatas menunjukkan bahwa drama dapat dikatakan sebagai bentuk terapi karena dapat membantu menurunkan gejala gangguan psikologis dan meningkatkan atribut positif yang ada dalam diri individu. Hal ini berarti drama merupakan suatu media terapeutik yang dapat digunakan sebagai sebuah psikoterapi. Oleh karena itu, tulisan ini akan membahas terkait drama therapy sebagai salah satu terapi kontemporer yang digunakan oleh terapis untuk membantu kliennya dalam terapeutik. 2. Pembahasan Sejarah Drama Therapy Drama sebagai sebuah terapi muncul sebagaimana terapi lainnya yang menemukan insight bahwa hal tersebut dapat membuat individu lebih sehat. Tema drama dan teater pun penting’ bagi masyarakat dan individu yang sehat Jones, 2007. Salah seorang tokoh yang berperan dalam sejarah drama therapy, Evreinov, juga mengatakan bahwa teater bukan hanya untuk hiburan, melainkan sesuatu yang pada dasarnya diperlukan untuk manusia seperti udara, makanan dan hubungan seksual’ Jones, 2007. Hal ini berarti teater merupakan suatu bentuk kebutuhan yang lebih dasar daripada hiburan. Pada akhir abad ke-19 dan sepanjang abad ke-20, sikap baru terhadap kesehatan mental, teori pikiran, dan emosi mulai berkembang Jones, 2007. Ini dianggap sebagai upaya untuk menemukan cara-cara baru dalam memberikan pengobatan kepada orang-orang yang tidak sehat secara mental. Pada periode yang sama, eksperimen secara radikal mengubah cara-cara dimana drama dan teater dilihat dan digunakan Jones, 2007. Perubahan ini terjadi secara terpisah. Meskipun teater ada di rumah sakit jiwa selama berabad-abad, abad ke-20 melihat peningkatan besar dalam kehadiran teater dan drama di rumah sakit. Bidang pengembangan lain berasal dari karya tiga tokoh drama therapy yaitu Iljine, Evreinov, dan Moreno, dalam membuat bentuk-bentuk perawatan atau terapi dengan drama sebagai sarana utama perubahan. Inovasi radikal dalam teater 5 eksperimental, drama pendidikan, psikoterapi, studi tentang permainan, kajian antropologis tentang ritual, kontak lintas budaya, dan pengembangan bidang dramaturgi dalam sosiologi semuanya membuat hubungan penting antara potensi drama dan perubahan langsung dalam hidup masyarakat Jones, 2007. Jones 2007 menuliskan bahwa pada abad ke-20 dan 21, terdapat pemahaman bahwa berpartisipasi dalam drama dan teater memungkinkan koneksi ke proses bawah sadar. Partisipasi dalam drama dilihat sebagai bentuk untuk memuaskan kebutuhan manusia dalam bermain dan menciptakan emosi. Teater adalah suatu kegiatan yang terpisah dari realitas sehari-hari, sementara pada saat yang sama memiliki fungsi vital dalam merefleksikan dan bereaksi terhadap realitas itu. Pada awal abad kedua puluh, di Eropa dan Amerika Serikat, drama digunakan sebagai rekreasi, sebagai tambahan untuk cara-cara terapi utama bagi orang-orang yang sedang dalam perawatan atau pengaturan kesehatan Jones, 2007. Aspek kunci dari terapi tetap diluar pengalaman klien tentang drama. Drama dilihat hanya sebagai cara membuat masa inap di rumah sakit lebih menyenangkan, atau kadang-kadang sebagai kesempatan untuk mengangkat materi emosional yang akan ditangani kemudian di tangan psikolog atau psikiater Jones, 2007. Hal ini menunjukkan bahwa kemunculan drama sebagai suatu bentuk terapeutik berasal dari metode yang diterapkan oleh rumah sakit sebagai rekreasi bagi pasiennya. Penggunaan terdokumentasi paling awal dari istilah 'drama therapy' di Inggris terjadi dalam ceramah Peter Slade pada tahun 1939 kepada British Medical Association Jones, 2007. Lebih lanjut Jones 2007 menuliskan bahwa di Amerika Serikat, salah satu penggunaan istilah yang paling awal tercatat dalam referensi praktik kontemporer adalah dari Florsheim pada tahun 1946 yang berjudul 'Drama Therapy'. Namun, gagasan penggunaan terapeutik drama dan teater yang disengaja, asalnya jauh lebih tua dari ini, baik di Inggris maupun di budaya barat secara keseluruhan Jones, 2007. Hal ini menunjukkan bahwa sejarah drama therapy berawal dari negara-negara barat sebagaimana kebanyakan terapi lainnya. Jones 2007 memaparkan bahwa selama empat dekade terakhir, suatu perubahan telah diakui sepenuhnya bahwa drama itu sendiri dapat menjadi terapi. Perubahan ini menandai munculnya drama therapy seperti yang saat ini dipraktikkan oleh drama therapist terlatih. Ada dua aspek utama untuk perubahan atau pengembangan ini. Pertama adalah sesi drama therapy dapat menangani proses-proses primer yang terlibat dalam perubahan klien alih-alih menjadi tambahan 6 untuk cara kerja lain, seperti psikoterapi atau psikologi klinis. Kedua adalah akar dari proses ini dalam drama. Drama therapy bukanlah kelompok psikoterapi atau program terapi perilaku yang memiliki beberapa kegiatan dramatis yang ditambahkan padanya. Drama tidak melayani terapi, namun proses drama itulah yang mengandung terapi Jones, 2007. Definisi Drama Therapy Emunah menggambarkan bahwa drama therapy adalah penggunaan proses drama atau teater yang disengaja dan sistematis untuk mencapai perkembangan dan perubahan psikologis Jones, 2007. Alatnya diturunkan dari teater, tujuannya adalah akar dalam psikoterapi. Walaupun drama therapy dapat dilakukan dalam kerangka teoretis dari hampir semua sekolah terapi yang ada, drama therapy juga memiliki warisan uniknya sendiri, sumber-sumber konseptual teater, psikodrama, bermain dramatis, ritual dramatis, dan bermain peran Jones, 2007. Drama therapy adalah keterlibatan dalam drama dengan niat penyembuhan Jones, 2007. Drama therapy memfasilitasi perubahan melalui proses drama, dimana terapi ini menggunakan potensi drama untuk merefleksikan dan mengubah pengalaman hidup untuk memungkinkan klien dapat mengkespresikan dan mengatasi masalah yang klien hadapi atau dapat menjaga kesehatan dan well-being kesejahteraan klien Jones, 2007. Jones 2007 menuliskan bahwa pada drama therapy, klien memanfaatkan konten dari aktivitas drama, proses pembuatan enactments sebuah proses untuk melakukan sesuatu, dan hubungan yang terbentuk antara orang-orang yang mengambil bagian dalam kerangka terapeutik, misalnya klien dengan klien lainnya jika bentuk drama therapy yang dilakukan adalah kelompok atau klien dengan terapis jika dilakukan dalam bentuk individual. Koneksi dibuat antara dunia batin klien, dimana terdapat situasi bermasalah atau pengalaman hidup dan aktivitas dalam sesi drama therapy. Klien berusaha untuk mencapai hubungan baru terhadap masalah atau pengalaman hidup yang klien bawa ke terapi Jones, 2007. Salah satu klien, misalnya, melaporkan bahwa drama therapy 'membantu saya memikirkan perspektif lain tentang situasi', menawarkan 'pemahaman, reframing, dukungan' Barry dalam Jones, 2007. Tujuannya adalah untuk menemukan resolusi hubungan baru, pertolongan, pemahaman baru, atau bahkan perubahan cara-cara dalam memandang fungsi diri dalam kehidupan. 7 Ruang Lingkup Drama Therapy Drama therapy dipraktekkan dengan kelompok ataupun individu dalam pengaturan perawatan seperti klinik dan rumah sakit dan pusat spesialis seperti unit remaja Jones, 2007. Terapi ini juga dapat ditawarkan sebagai terapi individu atau kelompok yang tersedia di luar institusi. Psikoterapi ini dapat dilakukan dengan orang dewasa dan anak-anak Jones, 2007. Seorang drama therapists dapat memberikan terapi di pusat keluarga, penjara, sekolah khusus dan unit pendidikan, pusat untuk orang dewasa muda dengan masalah perilaku, dalam pengaturan kesehatan mental dan rehabilitasi, pusat-pusat komunitas dan program program penyalahgunaan zat atau alkohol Jones, 2007. Drama therapy sering pula ditawarkan bersama terapi seni lainnya sebagai bagian dari pendekatan multidisiplin sehingga terapi ini juga dapat diintegrasikan dengan berbagai terapi lainnya Jones, 2007, tergantung dengan kualifikasi terapis dan juga penilaian terapis terhadap klien. Proses Dasar Drama Therapy Sejumlah proses kunci terletak di jantung drama therapy dan proses-proses teresebut adalah cara utama dimana perubahan terapeutik terjadi. Proses inti dari drama therapy yaitu proyeksi dramatis’, transformasi’, dan bermain’ Jones, 2007. Adapun penjelasannya dijabarkan sebagai berikut § Klien menjadi terlibat secara emosional dan intelektual dalam menghadapi masalah melalui proyeksi dramatis, yang dibawa ke terapi dalam bentuk seperti karakter, bahan bermain atau boneka Jones, 2007. § Transformasi menguraikan cara-cara dimana pengalaman klien tentang masalah yang diungkapkan berubah selama proses terapi. Perubahan ini disebabkan oleh penggunaan proses dramatis untuk mengekspresikan dan mengeksplorasi untuk mengubah materi klien terhadap permasalahannya. Transformasi juga terjadi melalui pengalaman hubungan yang terbentuk selama terapi, baik dengan terapis dan dengan klien lain jika terapi dilakukan dalam kelompok Jones, 2007. § Sejumlah ahli drama mengaitkan keefektifan drama therapy dengan proses inti lainnya yaitu bermain. Klien dapat mencoba segala sesuatu tanpa konsekuensi, dan memungkinkan 8 terapis dan klien untuk menjelajahi materi dalam suatu tempat yang disebut oleh Novy dalam Jones, 2007 sebagai 'ruang bermain'. Asumsi Umum Drama Therapy dan Kualifikasi Drama Therapist Jones 2007 menuliskan bahwa seorang fasilitator, drama therapist, bekerja dengan kelompok atau individu selama beberapa minggu untuk sesi yang berlangsung antara 40 menit dan satu setengah jam. Setiap sesi biasanya terdiri dari fase pemanasan yang berkembang menjadi eksplorasi aktif dari area yang bermasalah bagi klien, diikuti oleh penutupan. Jenis-jenis masalah yang bisa ditangani dan bentuk sesi sangat bervariasi. Proses utama melibatkan klien dengan area bermasalah melalui bentuk dramatis dan bekerja dengan kelompok dan/ atau terapis jika berlangsung secara individu. Bentuk sesi penutupan berupa diskusi dan refleksi atas proses yang dilakukan dalam sesi. Drama therapy berlangsung dalam batas-batas yang jelas yang melindungi ruang terapeutik Jones, 2007. Drama therapy dipraktekkan dalam serangkaian sesi. Tujuan dari bentuk sesi adalah untuk menemukan bentuk perasaan yang akan dieksplorasi dengan tujuan mencapai perubahan pribadi Jones, 2007. Lebih lanjut Jones 2007 menuliskan bahwa setiap sesi perlu menemukan cara dimana kebutuhan terapeutik dan potensi kreatif dari kelompok atau individu dapat terhubung dengan bentuk-bentuk ekspresif dan proses terapi. Beberapa pekerjaan dalam terapi sangat terstruktur. Tujuan, sesi, konten, dan proses akan ditetapkan dan disepakati dengan kelompok jika terapi dilaksanakan secara kelompok. Pendekatan lain melihat konten dan proses muncul secara spontan sebagai materi yang dibawa ke sesi oleh kelompok atau individu yang muncul. Namun, seiring berkembangnya pekerjaan, seorang drama therapist akan sering memiliki ide-ide yang disiapkan berdasarkan apa yang telah dilakukan oleh kelompok atau individu sampai saat ini Jones, 2007 sehingga penting bagi seorang drama therapist untuk tetap peka terhadap kebutuhan dan situasi mendesak kelompok. Hal ini penting karena tidak jarang ditemukan ada pasien yang ingin tampil, namun ada juga pasien yang ingin duduk dan tidak melakukan apa-apa Schaffner & Courtney dalam Jones, 2007. Faktor lain yang perlu diperhatikan oleh seorang drama therapist adalah faktor budaya dan sosio-ekonomi dalam mempertimbangkan perubahan dalam terapi seni Ciornai, 1983; Canda, 1990; dalam Jones, 2007. Ciornai menempatkan penekanan pada kebutuhan untuk mengorientasi 9 pekerjaan dalam latar belakang budaya dan sosial klien dimana urgensinya adalah menyeimbangkan faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kehidupan klien Jones, 2007. Ciornai & Canda pun menekankan perlunya bagi terapis untuk menyadari asumsi budaya mereka sendiri tentang bentuk ekspresif yang digunakan dalam terapi seni Jones, 2007. Ekspresi dan niat klien melalui bentuk dramatis dapat beroperasi dalam tradisi budaya yang berbeda dari para terapis. Ciornai dan Canda mendukung kebutuhan terapis seni untuk "memberikan layanan dengan cara yang mudah diakses dan bermakna bagi klien" Jones, 2007. Hal ini memerlukan kebutuhan terapis untuk menjadi 'melek budaya', mengkontekstualisasikan pekerjaan dalam pengetahuan budaya yang akurat, hal positif untuk keragaman budaya, keterampilan komunikasi lintas-budaya praktis dan keakraban dengan bentuk ekspresif artistik yang relevan dan tradisi Ciornai 1983; Canda 1990; dalam Jones, 2007. Proses kunci dalam drama therapy adalah konstan dan ada asumsi dasar tentang bagaimana drama therapy dapat memfasilitasi perubahan. Tugas dari drama therapist adalah untuk memahami bagaimana proses-proses dasar dan bentuk-bentuk ekspresif terhubung dengan konteks pekerjaan. Konteks ini mencakup situasi dimana klien tinggal termasuk dampak dan faktor-faktor seperti kemiskinan dan penindasan, cara-cara dimana klien menyajikan atau melihat masalah atau kesulitan, dan filosofi atau etos dari pengaturan atau kerangka kerja dimana terapi akan dilakukan. Psikoterapi Bentuk umum untuk drama therapy adalah bentuk dasar yang terbagi menjadi lima bagian atau elemen sebagai bagian dari proses inti terapi. Adapun bentuk dasar terapi yang perlu dilakukan adalah warm-up pemanasan, focusing, main activity aktivitas utama, closure and de-roling, dan completion Jones, 2007. Pemanasan warm-up adalah kegiatan yang membantu individu atau kelompok mempersiapkan pekerjaan drama terapeutik. Biasanya ini mengambil bentuk berbagai latihan yang menyangkut emosi kelompok. Pemanasan sering membantu menandai awal penciptaan ruang drama therapy khusus Jones, 2007. Langley dalam Jones, 2007 mengatakan bahwa pemanasan adalah pendahuluan dari "tindakan" tetapi tindakan datang dalam berbagai bentuk dan ukuran’. Fokus focusing adalah periode ketika kelompok atau individu terlibat lebih langsung dengan area yang akan dikerjakan dalam terapi biasanya berfokus pada area permasalahan, baik dengan 10 subjek atau isi karya drama itu sendiri Jones, 2007. Bagian focusing ini biasanya melibatkan langkah menuju area yang lebih spesifik dibandingkan dengan bagian pemanasan. Fokus dapat dikatakan sebagai cara klien tiba di sebuah situasi kondisi dimana mereka siap untuk menjelajahi masalah secara mendalam dan dengan keterlibatan penuh. Bagian ini sering termasuk negosiasi mengenai pekerjaan yang dapat dimasukkan dalam sesi. Ini mungkin termasuk kegiatan pemanasan khusus atau persiapan yang terkait dengan pengembangan kegiatan utama dalam terapi nantinya Jones, 2007. Pada sebagian besar sesi drama therapy, ada periode waktu yang menandai intensitas keterlibatan. Jones 2007 menuliskan bahwa kegiatan utama ini dapat melibatkan berbagai aspek drama seperti 'bentuk ekspresif'. Cara-cara dimana intensitas ditampilkan bervariasi antar kelompok, misalnya untuk sekelompok orang dengan kesulitan belajar yang berat mungkin ditandai dengan peningkatan konsentrasi dalam pekerjaan mereka dengan objek dimana klien dapat melakukan peningkatan konsentrasi dari kurangnya minat ke fokus tiga menit. Pada kelompok lain mungkin periode improvisasi berkelanjutan atau berbeda dengan kelompok orang kesulitan belajar Jones, 2007. Lebih lanjut Jones 2007 menyebutkan aktivitas utama yang mungkin dilakukan dalam terapi berupa § satu atau lebih individu yang berurusan dengan masalah; § kelompok secara keseluruhan bekerja bersama dengan tema atau fokus tertentu; § semua anggota kelompok mengerjakan materi mereka sendiri satu sama lain dalam kelompok kecil, berpasangan, atau dalam kelompok besar. Fase penutupan closure dan de-roling menandai akhir dari pekerjaan aktif utama yang melibatkan bentuk-bentuk dramatis dalam psikoterapi Jones, 2007. Periode penutupan ini mencakup latihan de-roling’ jika karakter, peran, atau improvisasi digunakan selama terapi. Levy mengatakan bahwa dalam drama therapy, terapis-klien bekerja dalam hubungan antara fantasi dan kenyataan, dimana saat fase penutupan dan de-roling, mereka harus menemukan cara untuk meninggalkan dan memisahkan diri dari peran yang telah klien mainkan untuk mempersiapkan diri menghadapi kenyataan atau dunia luar Jones, 2007. Oleh karena itu, penutupan adalah waktu untuk mengakhiri hubungan dramatis dengan peran-peran yang digunakan selama terapi. Penyelesaian adalah aspek penting dari drama therapy. Ini adalah kegiatan yang terpisah dari keterlepasan langsung dari keterlibatan utama dalam drama yang merupakan tahap penutupan; itu 11 juga terpisah dari de-roling Jones, 2007. Penyelesaian memiliki dua komponen utama, yaitu pertama adalah ruang untuk integrasi lebih lanjut dari materi yang ditangani selama kegiatan utama dan kedua adalah persiapan untuk meninggalkan ruang drama therapy. Integrasi dapat mengambil bentuk verbal atau dramatis murni seperti permainan atau aktivitas reflektif Jones, 2007 sehingga penyelesaian mungkin sebagian besar dihabiskan dalam keheningan. Panjang setiap bagian bervariasi sesuai dengan cara kelompok menggunakan drama therapy. Pada beberapa kasus, pemanasan dan pemfokusan akan memakan waktu sepertiga waktu, kegiatan utama sepertiga lainnya, dan penutupan, pelepasan akhir dan penyelesaian ketiga terakhir. Jones, 2007. Akan tetapi, Jones 2007 menjelaskan lebih lanjut bahwa setiap bagian ini dapat mengalami perubahan-perubahan selama proses terapi bergantung pada penilaian terapis terhadap kebutuhan klien selama psikoterapi berlangsung. Aplikasi Drama Therapy Drama therapy sebagai sebuah terapi dapat diaplikasikan secara individual maupun kelompok. Bloom, Weber, Haen, & Landy 2004 menuliskan bahwa drama therapy dapat diaplikasikan baik dalam konteks individu, kelompok, keluarga, atapun sistem yang lebih besar. Penerapannya bergantung pada kebutuhan akan kasus yang didapatkan dan tentunya kualifikasi terapis itu sendiri. Penulis mengambil sebuah contoh pengaplikasian drama therapy untuk permasalahan resistensi remaja yang ditulis oleh Emunah dalam Bloom, dkk., 2004. Adapun kesimpulan yang dituliskan oleh Emunah adalah sebagai berikut. Drama therapist perlu melakukan pemahaman terlebih dahulu tentang isu-isu mendasar dalam pemberontakan remaja dan resistensi terhadap pengobatan yang mendahului jawaban terapis atas respons efektif terhadap oposisi dan konfrontasi. Melalui drama therapy, pemberontakan remaja yang sesuai dan sehat dapat dilibatkan dalam konteks aktivitas dramatis, dengan demikian melewati atau meminimalkan resistensi terhadap pengobatan. Remaja diberikan kesempatan untuk mengekspresikan dan "act-out" perasaannya, tetapi dalam keamanan dan batas-batas drama dramatis, yang menyiratkan dan memerlukan pengamatan diri dan penguasaan diri serta kemungkinan penemuan dan perubahan. Penerimaan terapis terhadap pilihan materi klien untuk pengesahan, seberapapun klien memberontak atau merusak diri sendiri, dapat memupuk hubungan saling percaya antara klien dan terapis. Hal ini akan sangat menolong proses terapi ketika terapis hendak 12 "memotong" atau "membekukan" adegan karena terapis menilai remaja kehilangan kendali. Dalam konteks kelompok, interaksi teman sebaya dan identitas kelompok, yang dianggap penting bagi perkembangan remaja, didukung oleh pemimpin. Drama, permainan, dan pemberlakuan drama mendorong eksplorasi isu-isu bersama dan sering berhubungan secara khusus dengan konflik, ambivalensi, dan tugas-tugas perkembangan yang sulit yang menantang para remaja. Terapis dapat menumbuhkan kemampuan kognitif, seperti pemikiran konseptual, pengujian realitas, dan klarifikasi nilai melalui improvisasi selama proses terapi. Cara-cara baru untuk mengatasi situasi dan mengekspresikan emosi dapat diperiksa dan dipraktikkan. Selama periode ketidakstabilan dan identitas yang tidak pasti, dimana remaja dibatasi oleh norma dan gambar yang dipaksakan oleh kelompok sebaya, drama memungkinkan eksperimen yang aman dengan identitas baru. Berbagai aspek dari perasaan diri remaja yang berkembang dapat dimainkan dan diintegrasikan secara bertahap. Rasa terkungkung dan putus asa yang dialami oleh para remaja di rumah mereka dan situasi rumah sakit dapat diringankan selama proses drama dimana kemungkinan yang tak terhitung dan perspektif tentang situasi aktual seseorang dapat dicapai. Secara umum, situasi realistis atau kehidupan nyata dipilih oleh remaja untuk ditetapkan dalam upaya untuk memahami dan menguasai emosi mereka yang bertentangan. Drama therapy dapat menjadi pilihan integrasi dalam penyembuhan. Akan tetapi, bukan berarti drama therapy tidak memiliki tantangan dalam pengaplikasiannya. Emunah menuliskan bahwa perawatan di rumah sakit remaja sering singkat dan minimnya motivasi klien, menembus perlawanan awal adalah salah satu tugas penting yang dihadapi terapis Bloom, dkk., 2004. Drama therapy dapat dilihat sebagai katalitik dan awal, membuka jalan bagi klien untuk mendapatkan manfaat dari area lain dari program pengobatan atau bentuk psikoterapi lainnya. Ini juga bisa menjadi pilihan perawatan utama untuk remaja yang resistan Emunah dalam Bloom, dkk., 2004. 3. Penutup Kesimpulan Drama therapy adalah suatu pengembangan terapi yang bermula di negara-negara barat sebagai suatu tambahan media penyembuhan di rumah sakit. Drama therapy merupakan sebuah terapi yang dapat memfasilitasi perubahan melalui proses drama dengan menggunakan potensi 13 drama untuk merefleksikan dan mengubah pengalaman hidup yang bertujuan untuk memungkinkan klien dapat mengkespresikan dan mengatasi masalah yang klien hadapi, sehingga klien dapat menjaga kesehatan dan well-being kesejahteraan. Proses dasar yang kemudian menjadi suatu inti dari drama therapy adalah proses proyeksi dramatis’, transformasi’, dan bermain’ yang dinilai dapat membantu klien untuk mengekpresikan emosinya dan pada tahap penyelesaian, klien mampu melakukan refleksi terhadap area permasalahannya. Hal lain yang perlu digarisbawahi adalah bahwasanya drama therapy hanyalah sebuah bentuk terapi yang kurang efektif jika berdiri sendiri, namun jauh lebih efektif jika diintegrasikan dengan metode pendekatan terapi lainnya. Integrasi drama therapy dengan pendekatan lainnya kembali pada kebutuhan klien dan kualifikasi terapis. Evaluasi Jones 2007 menuliskan evaluasi yang perlu dilakukan kedepannya bagi drama therapy adalah pengembangan metode penilaian dalam drama therapy yang dinilai masih merupakan bidang yang membutuhkan penelitian. Pembentukan strategi yang jelas yang memiliki dasar teori yang kuat, prinsip dan praktik inti dari drama therapy diperlukan. Selain itu, pendekatan terkini terhadap penilaian dan evaluasi dalam drama therapy biasanya diadaptasi dari yang digunakan dalam disiplin terkait, seperti skala dramatis dan metode dari terapi bermain. Hal ini membuat drama therapist harus mengadopsi cara kerja yang harus disesuaikan, daripada bekerja dengan pendekatan yang dihasilkan oleh bidang drama therapy itu sendiri Jones, 2007. Oleh karena itu, masih dibutuhkan banyak penelitian terkait drama therapy, khususnya teknik-teknik yang digunakan oleh terapis selama setiap sesi terapi. 14 Daftar Pustaka Bloom, S., Weber, A. M., Haen, C., & Landy, R. 2005. Clinical Applications of Drama Therapy in Child and Adolescent Treatment. New York Brunner-Routledge Dehnavi, S., Bajelan, M., Pardeh, S. J., Khodaviren, H., & Dehnavi, Z. 2016. The Effectiveness of Psychodrama in Improving Quality of Life among Opiate-dependent Male Patients. International Journal of Medical Research & Health Sciences, 5, 5S 243-247, ISSN No 2319-5886 Jones, P. 2007. Drama as Therapy Theory, Practice, and Research, Second Edition. New York Routledge Orkibi, H., Azoulay, B., Snir, S., & Regev, D. 2017. In‐session behaviours and adolescents' self‐concept and loneliness A psychodrama process–outcome study. Clinical Psychology Psychotherapy. 2017;1–9. Sharma N 2017. Effect of Psychodrama Therapy on Depression and Anxiety of Juvenile Delinquents. International Journal of Indian Psychology, Vol. 5, 1, DIP DOI ResearchGate has not been able to resolve any citations for this SharmaThe purpose of this study was to study the effect of psychodrama therapy on depression and anxiety level of juvenile delinquent. 20 juvenile delinquents were selected through accidental sampling from reformatory school of Gorakhpur The subjects were participated in an eight-session psychodrama therapy plan for 8 weeks in a group. In order to collect data, the Beck depression inventory II and Zung self rating anxiety scale was applied. Data analysis was performed by paired t test. The t test results revealed that there is a significant difference between psychodrama and depression and anxiety of juvenile delinquent. Psychodrama therapy significantly decreases the level of depression and anxiety of juvenile adolescents spend many hours a day in school, it is crucial to examine the ways in which therapeutic practices in schools promote their well-being. This longitudinal pilot study examined the contribution of school-based psychodrama group therapy to the self-concept dimensions and perceived loneliness of 40 Israeli adolescents aged 13-16, 60% boys in public middle schools. From a process-outcome perspective, we also examined the understudied trajectory of adolescents' in-session behaviours process variables and its associations with changes in their self-concepts and loneliness outcome variables. Psychodrama participants reported increases in global, social, and behavioural self-concepts and a decrease in loneliness compared to the control group. In-session productive behaviours increased and resistance decreased throughout the therapy, but varied process-outcome relationships were found. The study suggests that conducting further research into the process-outcome relationships in psychodrama group therapy is warranted to pinpoint specific mechanisms of change. Suggestions for future studies are Applications of Drama Therapy in Child and Adolescent TreatmentS BloomA M WeberC HaenR LandyBloom, S., Weber, A. M., Haen, C., & Landy, R. 2005. Clinical Applications of Drama Therapy in Child and Adolescent Treatment. New York Brunner-RoutledgeThe Effectiveness of Psychodrama in Improving Quality of Life among Opiate-dependent Male PatientsS DehnaviM BajelanS J PardehH KhodavirenZ DehnaviDehnavi, S., Bajelan, M., Pardeh, S. J., Khodaviren, H., & Dehnavi, Z. 2016. The Effectiveness of Psychodrama in Improving Quality of Life among Opiate-dependent Male Patients. International Journal of Medical Research & Health Sciences, 5, 5S 243-247, ISSN No 2319-5886
Daftar Isi Pengertian Teks Drama Unsur-unsur Teks Drama Struktur Teks Drama 1. Orientasi 2. Rising Action/Komplikasi 3. Klimaks 4. Resolusi 5. Simpulan Contoh-contoh Teks Drama Malin Kundang Teks Drama tentang Siswa yang Merokok Jenis-jenis Teks Drama 1. Melodrama 2. Heroik 3. Farce 4. Opera 5. Sendratari 6. Tablo 1. Drama Dialog 2. Drama Monolog Ciri-ciri Teks Drama Dalam sebuah pentas drama, pemain perlu membaca teks drama untuk mengetahui alur cerita. Seperti apa sih teks drama itu?Teks drama memiliki berbagai unsur, struktur, dan jenis yang beraneka ragam. Untuk mengetahui lebih lanjut, simak pemaparan tentang teks drama berikut iniMenurut Bank Soal Cepat Menguasai Soal Bahasa Indonesia, drama berasal dari bahasa Yunani, draomai yang berarti berbuat, berlaku, bertindak atau bereaksi. Sementara teks drama merupakan salah satu bentuk teks sastra yang berisi suatu kehidupan yang disajikan atau dipertunjukkan dalam bentuk gerak. Drama sendiri bisa dilakukan di atas panggung maupun tak dipentaskan di atas panggung. Unsur-unsur Teks DramaMenurut Buku Bahasa Indonesia kelas II SMP, berikut 6 unsur-unsur dari teks dramaTema, yaitu pokok persoalan yang disampaikan pengarang. Dalam drama, tema terselubung dalam sebuah dialog, sehingga untuk mengetahuinya, pembaca harus memahami dulu isi dialog dan perwatakan sikap pengarang dalam persoalan yang akan dikemukakan kepada atau biasa juga disebut alur adalah kerangka dasar yang menjadi pengarah jalan pikiran seorang merupakan penampilan keseluruhan ciri atau pun ipe jiwa seorang tokoh dalam sebuah yaitu percakapan antartokoh dalam atau latar merupakan keterangan mengenai waktu, tempat dan suasana terjadinya sebuah cerita di dalam hal yang perlu diperhatikan dalam menulis naskah drama adalah sebagai berikutMenetapkan tema, syarat untuk tema yang baik ialah menarik dan membahas persoalan yang terjadi dalam kehidupan tujuan, seperti warna cerita tanpa perlu ditulis dalam penokohan, yaitu penentuan watak dan tokoh yang sesuai dengan tema hingga latar belakang latar, berupa penentuan tempat, waktu dan suasana yang dimunculkan secara eksplisit dalam alur cerita. Ada lima tahap, pengenalan, permasalahan, klimaks, peleraian dan penyelesaian. Penulis bisa memodifikasi dengan mengubah tahapan permasalahan atau konflik, yaitu berupa gambaran pertentangan atau pertikaian dua pihak yang dialog sebagai yang dilengkapi dengan petunjuk pemeranan bagi setiap Teks DramaMenurut buku Pembelajaran Menulis Teks, struktur teks drama mirip dengan struktur teks naratif, yaitu orientasi, komplikasi, urutan peristiwa, resolusi dan koda. Teks drama bisa mencakup informasi produksi naskah, ringkasan teks drama, daftar pemeran dan detail setting. Nah, biasanya struktur teks drama terdiri dari point-point berikut1. OrientasiPada bagian ini, diperkenalkan karakter, latar dan informasi yang dibutuhkan oleh pembaca atau penonton untuk memahami Rising Action/KomplikasiPada bagian komplikasi, dijelaskan peristiwa dan interaksi antar karakter yang mengarah pada KlimaksKlimaks berisi puncak dari sebuah ResolusiPeristiwa yang memungkinkan karakter menjelaskan atau menyelesaikan apa yang terjadi selama SimpulanSimpulan merupakan adegan terakhir yang menunjukkan komentar atau pesan moral. Hal ini berdasarkan tindakan yang terjadi di dalam Teks Drama1. Teks Drama tentang Cerita Rakyat mengutip Buku Siswa Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas KundangPemain Malin Kundang, Mande Ibu Malin Kundang dan PutriPrologMalin Kundang adalah anak yang telah lama merantau meninggalkan tanah kelahirannya. Dia mengadu nasib demi mendapatkan kehidupan yang lebih meninggalkan Mande, ibu kandungnya seorang diri di tanah kelahirannya. Singkat cerita, Malin Kundang berhasil menikahi seorang putri dari saudagar kaya raya. Membawa istrinya, Malin kembali ke kampung Istriku, inilah tanah kelahiranku dulu menunjuk ke arah daratan dari atas perahu yang bersandarPutri Sungguh indah sekali tanah kelahiran kau ini, KandaMande berlari tertatih-tatih setelah mendengar kabar bahwa anaknya sudah sukses dan pulang, Malin, Kau kah itu, Nak? berteriak kegiranganPutri Siapakah wanita tua itu, Kanda?Malin menyembunyikan wajah terkejut saat melihat ibunya berlari ke arah perahu Aku tak tahu Dinda, mungkin itu hanya pengemis yang ingin meminta sedikit sumbangan dari kita saja. Sudah, jangan pedulikan lagi Malin, ini ibumu, Nak. Sudah lupakah kau pada ibu yang telah mengandung dan membesarkan kau ini, Malin?Malin Wahai wanita tua! Jangan sekali-kali kau berani mengaku sebagai ibuku. Enyahlah kau! Ibuku bukan wanita tua renta sepertimu dan ibuku sudah lama meninggal. Pergi kau dari sini! Jangan sampai kau mengotori kapalku ini! berteriak emosi sambil menunjuk ke ibunya.Mande mendengar kata-kata anaknya, ia menangis menahan kesedihan Ya Tuhan, kenapa pula anakku berubah menjadi seperti ini? Apa salahku ini, Tuhan? Jika memang dia bukanlah anakku, maka maafkanlah dia yang telah menghinaku ini. Namun jika dia benar anakku si Malin Kundang, hukumlah dia yang telah durhaka itu sambil menadahkan tangan memohon kepada Tuhan.Tiba-tiba, suara gemuruh terdengar, petir pun menggelegar. Badai besar datang dan kapal yang dinaiki Malin terbalik. Seketika kilat menyambar tubuh Malin dan Istrinya. Anehnya, mereka berdua kemudian berubah menjadi batu. Itulah kekuatan doa seorang ibu. Jangan sampai kita menjadi anak yang durhaka kepada orang Contoh Teks Drama tentang Pergaulan BebasTeks Drama tentang Siswa yang MerokokPada hari Jumat, Puan dan Ria sedang berjalan-jalan di gang. Mereka mengobrol tentang pelajaran di sekolahPuan Kemarin kita punya tugas dari ibu guru tidak ya?Ria Sepertinya tidak, kemarin ibu guru hanya menyuruh untuk membaca bukuPuan Oh, oke.di tengah perjalanan, Puan dan Ria bertemu dengan teman mereka bernama Dhika dan Rasyid. Mereka tengah ingin merokok di pos rondaRia Kamu sedang apa di sini Dhik?Dhika Mau merokok, sudah jangan gangguPuan Dhika, kamu belum boleh merokok!Dhika Terserah aku lahPuan Usia kalian masih terlalu muda untuk merokok, Dhika, Betul itu, rokok mempunyai zat kimia yang banyakRasyid Sok tahu kamu, rokok sudah jadi kebiasaan bagiku. Kalau tak merokok tidak enakRia Iya, tapi jangan merokok terus menerus, apalagi di tempat umum seperti ini.Tak lama kemudian, datanglah Pak RTPak RT Sedang apa kalian di sini?Puan Ini, pak, Dhika dan Rasyid merokokPak RT Kalian jangan merokok dahulu, kalian masih mencari ilmuRasyid Iya pak, maafPak RT Saya maafkan tapi jangan dilulang lagi Baik pakJenis-jenis Teks DramaMenurut buku Pembelajaran Menulis Teks, jenis-jenis drama bisa dikelompokkan berdasarkan isi dan bentuknya. Berikut drama berdasarkan isinya1. MelodramaDrama yang menggambarkan peristiwa yang mengandung kesedihan, baik yang berakhir tragis maupun bahagia. Jenis drama ini menceritakan tokoh yang kasar, jahat, dan baik yang kadang tak realistis dan sulit diterima secara psikologis. Biasanya, saat dipentaskan, melodrama diiringi musik atau HeroikDrama yang menggambarkan tema percintaan atau keberanian dengan cara berlebihan. Heroik cenderung yang membuat penontonnya gembira dan menimbulkan senyum dan gelak tawa. Ide cerita komedi bersumber dari kehidupan masyarakat dan seringkali berakhir dengan FarceDrama yang penuh dengan lelucon. Tingkah laku dari tokohnya menimbulkan tawa, sementara yang sering dijadikan objek adalah orang-orang yang OperaDrama yang berisi nyanyian dan musik pada sebagian besar penampilannya. Nyanyian digunakan sebagai dialog. Opera dibedakan menjadi tiga, opera seria sedih, opera buffo cerita lucu dan opera komik lelucon, tak dinyanyikan.5. SendratariGabungan antara seni drama dan seni tari. Rangkaian peristiwa diwujudkan dalam bentuk tari yang diiringi musik, tak ada dialog dan kadang dibantu narasi TabloDrama yang mengutamakan gerak. Pemainnya tak mengucap dialog tapi hanya melakukan gerakan, sehingga jalan cerita bisa diketahui melalui berdasarkan bentuknya, drama dibedakan menjadi dua, yaitu drama dialog dan Drama DialogDrama yang ditampilkan dua orang atau lebih karakter untuk menyampaikan pesan disertai ekspresi dan Drama MonologDrama yang ditampilkan satu orang karakter dengan berbagai ekspresi dan Teks DramaTeks drama tentu mempunyai ciri-ciri untuk menjadi pembeda dari teks-teks lain. Berikut ciri-ciri teks drama mengutip buku Bank Soal Cepat Menguasai Soal Bahasa IndonesiaSeluruh cerita berbentuk dialog, baik tokoh maupun naratorSemua dialog tak menggunakan tanda petik "..", sebab dialog drama bukanlah kalimat langsungTeks drama dilengkapi dengan petunjuk lakuan yang digunakan sebagai petunjuk untuk para pemeran dalam melakukan sesuatu. Petunjuk tersebut ditulis dalam tanda kurung ..Teks drama memuat konflikSelalu ada kegiatan yang dilakukan Simak Video "Ada Terduga Teroris, Standar Masuk MUI Dipertanyakan" [GambasVideo 20detik] khq/fds
Naskah drama Sampek dan Engtay karya Norbertus Riantiarno terdapat berbagai jenis emosi yang membangun alur cerita di dalamnya. Hal inilah yang menjadi alasan peneliti menganalisis emosi yang terdapat dalam naskah drama ini. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan wujud emosi dalam naskan drama Sampek dan Engtay karya Norbertus Riantiarno. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pencatatan dan studi kepustakaan. Sumber data utama yang dianalisis adalah teks drama Sampek dan Engtay karya Norbertus Riantiarno. Data yang telah dikumpul dianalisis dengan menggunakan teori psikologi sastra. Teori psikologi sastra dimanfaatkan secara metodologis untuk menganalisis rumusan masalah penelitian. Hasil penelitian setelah dilakukan analisis data ternyata dalam naskah drama Sampek dan Engtay karya Norbertus Riantiarno ditemukan lima klasifikasi emosi, yaitu rasa bersalah tiga data, rasa malu lima data, kesedihan enam belas data, kebencian satu data, dan cinta lima belas data. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free Misnawati, Ellok Rahmawati 2021 Emosi dalam Naskah Drama Sampek dan Engtay Karya Norbertus Riantiarno. Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia. 67. Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia p–ISSN 2541-0849 e-ISSN 2548-1398 Vol. 6, No. 7, Juli 2021 EMOSI DALAM NASKAH DRAMA SAMPEK DAN ENGTAY KARYA NORBERTUS RIANTIARNO Misnawati, Ellok Rahmawati Universitas Palangka Raya UPR Kalimantan Tengah, Indonesia Email misnawati ellokrahmawati Abstrak Naskah drama Sampek dan Engtay karya Norbertus Riantiarno terdapat berbagai jenis emosi yang membangun alur cerita di dalamnya. Hal inilah yang menjadi alasan peneliti menganalisis emosi yang terdapat dalam naskah drama ini. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan wujud emosi dalam naskan drama Sampek dan Engtay karya Norbertus Riantiarno. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pencatatan dan studi kepustakaan. Sumber data utama yang dianalisis adalah teks drama Sampek dan Engtay karya Norbertus Riantiarno. Data yang telah dikumpul dianalisis dengan menggunakan teori psikologi sastra. Teori psikologi sastra dimanfaatkan secara metodologis untuk menganalisis rumusan masalah penelitian. Hasil penelitian setelah dilakukan analisis data ternyata dalam naskah drama Sampek dan Engtay karya Norbertus Riantiarno ditemukan lima klasifikasi emosi, yaitu rasa bersalah tiga data, rasa malu lima data, kesedihan enam belas data, kebencian satu data, dan cinta lima belas data. Kata Kunci emosi; representasi; implikasi Abstract The scripts of the drama Sampek and Engtay by Norbertus Riantiarno have various types of emotions that build a story line in them. This is the reason for researchers to analyze the emotions contained in this drama script. The purpose of this study is to describe the form of emotions in the drama of Sampek and Engtay by Norbertus Riantiarno. Data collection techniques in this study using recording techniques and literature study. The main data source analyzed was the drama text of Sampek and Engtay by Norbertus Riantiarno. The data collected was analyzed using the theory of literary psychology. Literary psychology theory is used methodologically to analyze the research problem formulation. The results of the research after analyzing the data turned out in the drama script Sampek and Engtay by Norbertus Riantiarno found five emotional classifications, namely guilt three data, shame five data, sadness sixteen data, hatred of one data, and love fifteen data. Keywords emotion; representation; implications Pendahuluan Emosi adalah suatu perasaan atau gejolak jiwa yang muncul di dalam diri seseorang sebagai akibat dari adanya rangsangan, baik dari dalam diri sendiri maupun Emosi dalam Naskah Drama Sampek dan Engtay Karya Norbertus Riantiarno Syntax Literate, Vol. 6, No. 7, Juli 2021 3361 dari luar Miswari, 2017. Emosi sangat berhubungan dengan kondisi psikologis dan suasana hati seseorang yang dinyatakan dalam bentuk perilaku tertentu. Perasaan emosi bisa berupa emosi positif emosi yang baik, dan bisa berupa emosi negatif emosi yang buruk. Banyak yang mengartikan kata “Emosi” sebagai bentuk amarah, namun sebenarnya kata emosi mewakili berbagai bentuk perasaan manusia seperti sedih, bahagia, dan marah. Menurut Krech, Crutchfield, & Livson, 1974 kegembiraan, kemarahan, ketakutan, dan kesedihan kerap kali dianggap sebagai emosi yang mendasar primary emotions. Situasi ini yang membangkitkan perasaan-perasaan tersebut sangat terkait dengan tindakan yang ditimbulkannya dan mengakibatkan meningkat ketegangan. Selain itu, juga rasa benci, iri hari, jengkel, cemburu juga termasuk ke dalam emosi kemarahan. Perasaan-perasaan ini yang nantinya apabila diungkapkan lewat tindakan maka akan menimbulkan sebuah ketegangan. Setelah perasaan ini terlampiaskan maka ada beberapa akibat yang akan ditimbulkan, diantara adalah perasaan bersalah, menyesal, dan sedih. Selain emosi-emosi kemarahan ini, ada juga beberapa emosi yang selalu melekat dalam diri manusia yaitu rasa cinta. Rasa cinta ini termasuk dalam klasifikasi emosi kegembiraan. Karena pada dasarnya rasa cinta yang dimiliki oleh seseorang akan selalu menimbulkan kegembiraan dalam diri orang tersebut. Maka dari itu manusia tidak akan pernah bisa lepas dari perasaan cinta, karena dengan perasaan cinta ini manusia bisa hidup dengan damai. Masih terkait emosi, dalam naskah drama emosi tidak lepas dari psikologi sastra. Supaya mengetahui lebih lanjut apa itu “emosi”, terlebih dahulu kita akan membahas tentang psikologi kepribadian. Psikologi kepribadian adalah psikologi yang mempelajari kepribadian manusia dengan objek penelitian faktor-faktor yang memengaruhi tingkah laku manusia Papalia, Feldman Duskin, & Martorell, 2015. Dalam psikologi kepribadian dipelajari kaitan antara ingatan atau pengamatan dengan perkembangan, kaitan antara pengamatan dengan penyesuaian diri pada individu, dan seterusnya. Sasaran pertama psikologi kepribadian ialah memperoleh informasi mengenai tingkah laku manusia. Karya-karya sastra, sejarah, dan agama bisa memberikan informasi berharga mengenai tingkah laku manusia Koswara, 1991. Sasaran kedua, psikologi kepribadian mendorong individu agar dapat hidup secara utuh dan memuaskan, dan yang ketiga, sasaran ialah agar individu mampu mengembangkan segenap potensi yang dimilikinya secara optimal melalui perubahan lingkungan psikologis. Bagi para psikoanalisis, istilah kepribadian adalah pengutamaan alam bawah sadar unsconscious yang berada di luar sadar, yang membuat struktur berpikir diwarnai emosi Fazalani, 2021. Mereka beranggapan, perilaku seseorang sekadar wajah permukaan karakteristiknya, sehingga untuk memahami secara mendalam kepribadian seseorang, harus diamati gelagat simbolis dan pikiran yang paling mendalam dari orang tersebut. Mereka juga memercayai bahwa pengalaman masa kecil individu bersama orang tua telah membentuk kepribadian kita. Psikologi sastra sering disebut juga sebagai psikoanalisis. Psikoanalisis adalah disiplin ilmu yang dimulai sekitar tahun 1900-an oleh Sigmund Freud Fajriyah, Misnawati, Ellok Rahmawati 3362 Syntax Literate, Vol. 6, No. 7, Juli 2021 Mulawarman, & Rokhmansyah, 2017. Teori psikoanalisis berhubungan dengan fungsi dan perkembangan mental manusia Abraham, 2017. Ilmu ini merupakan bagian dari psikologi yang memberikan kontribusi besar dan dibuat dalam psikologi manusia selama ini. Setiap karya sastra pasti melibatkan emosi pengarang dalam membangun cerita yang ada di dalam karya sastra tersebut. Tanpa adanya emosi dalam pembuatan alur ceritanya, maka akan terasa hambar bagi para penikmat sastra itu sendiri. Alasan inilah yang membuat peneliti memfokuskan penelitian ini pada emosi dalam naskah drama Sampek dan Engtay karya Norbertus Riantiarno dan implikasinya pada pembelajaran sastra di SMA Nirmala, 2009. Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan dapat disimpulkan kalau emosi merupakan perasaan yang muncul karena ada suatu kejadian yang memacu seseorang untuk mengeluarkan sebuah reaksi bisa positif bisa negatif. Tujuan penelitian ini adalah 1 mendeskripsikan wujud emosi dalam naskan drama Sampek dan Engtay karya Norbertus Riantiarno. 2 Mendeskripsikan implikasi analisis emosi dalam naskah drama Sampek dan Engtay karya Norbertus Riantiarno pada pembelajaran sastra di SMA. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan cara untuk menafsirkan dan menyajikan data dalam bentuk deskriptif Ratna, 2013. Data-data yang telah ada kemudian ditafsirkan dan dianalisis untuk mendapatkan struktur emosi. Metode deskripsi analisis bisa didapatkan dari penggabungan dua metode yang saling mendukung Ratna, 2013. Kedua metode tersebut bertujuan untuk menguraikan informasi mendetail mengenai aspek-aspek struktur karya sastra dan menghubungkannya menjadi satu kesatuan yang memunculkan kalsifikasi emosi. Sumber data yang digunakan ialah catatan pada kartu data yang dikumpulkan peneliti. Teknik analisis data yang digunakan model analisis isi. Model analisis isi menekankan pemaknaan isi komunikasi dan isi interaksi simbolik yang terjadi pada peristiwa komunikasi yang ada dalam naskah drama. Hasil dan Pembahasan A. Hasil Penelitian 1. Wujud Emosi Tokoh yang Terdapat Dalam Naskah Drama Sampek dan Engtay Karya Norbertus Riantiarno a. Rasa Bersalah Rasa bersalah merupakan emosi yang dimiliki oleh seseorang ketika ia melakukan sebuah kesalahan baik yang disengaja maupun yang tidak sengaja Hidayati, Wardiah, & Ardiansyah, 2021. Setelah ia melakukan kesalahan tersebut timbullah di dalam dirinya sebuah penyesalan dan sering Emosi dalam Naskah Drama Sampek dan Engtay Karya Norbertus Riantiarno Syntax Literate, Vol. 6, No. 7, Juli 2021 3363 kita sebut sebagai rasa bersalah. Seseorang yang merasa bersalah pastinya ia akan meminta maaf kepada orang yang telah ia sakiti. b. Rasa Bersalah yang Dipendam Rasa bersalah yang dipendam merupakan perasaan yang timbul ketika ia melakukan sebuah kesalahan namun ia tidak mengakui bahwa ia yang telah melakukan kesalahan tersebut. Biasanya orang seperti ini adalah orang yang memiliki hati keras, ia tidak pernah meminta maaf kepada orang yang telah dilukainya dan ia hanya memendam perasaan bersalah itu tanpa mau disalahkan atas perbuatannya itu. c. Menghukum Diri Sendiri Menghukum diri sendiri adalah emosi yang timbul di dalam diri manusia ketika ia melakukan sebuah kesalahan dan ia tidak memperbaiki kesalahannya maka ia akan memutuskan untuk menghukum diri sendiri, seperti mengurung diri di dalam kamar tanpa mau minum atau makan, tidak mau bertemu dengan orang lain, maunya hanya sendiri tanpa mau diganggu oleh orang lain Handayani, 2018. Bahkan ada yang sampai mengakhiri hidupnya akibat sebuah penyesalan tersebut. d. Rasa Malu Rasa malu merupakan emosi yang timbul ketika seseorang penyandang rasa malu secara alamiah ingin menyembunyikan diri dari orang lain karena perasaan tidak nyaman jika perbuatannya diketahui oleh orang lain. Misalnya dalam naskah drama Sampek dan Engtay, rasa malu ini dialami oleh Macun yang ketika ia ditanya oleh ayahnya, apakah ia mencintai Engtay, Macun tersenyum malu-malu. e. Kesedihan Rasa sedih ini timbul ketika seseorang merasa kehilangan sesuatu yang dicintainya atau sesuatu yang sangat berharga. Rasa sedih yang timbul dalam naskah drama Sampek dan Engtay ditunjukkan ketika Sampek mendengar bahwa Engtay telah dilamar Macun, dan masih banyak lagi kesedihan yang muncul di dalam naskah drama ini. Peneliti akan membahas pada bagian selanjutnya. f. Kebencian Kebencian adalah sebuah emosi kemarahan yang membuncah dalam jiwa seseorang. Kebencian terjadi ketika sesuatu yang berharga miliknya direbut oleh orang lain kemudian ia tidak terima dengan hal itu, dan pada akhirnya ia ingin menghancurkan orang yang telah merebut miliknya. Kebencian dalam naskah ini tampak ketika Macun melihat Engtay yang masuk ke dalam kuburan Sampek dan kuburan itu tidak bisa dibuka kembali. Dan akhirnya ia kehilangan Engtay, orang yang ia cintai, untuk selamanya. g. Rasa Cinta Rasa cinta merupakan emosi dasar yang dimiliki oleh manusia. Sekejam-kejamnya manusia pasti masih memiliki rasa cinta. Rasa cinta bisa Misnawati, Ellok Rahmawati 3364 Syntax Literate, Vol. 6, No. 7, Juli 2021 timbul dengan cara lembut dan dengan cara menggebu-gebu. Rasa cinta yang muncul dengan cara lembut itu seperti ketika ayah Engtay tidak setuju dengan permintaan Engtay untuk sekolah, walaupun ayah Engtay tidak setuju namun setelah dibujuk akhirnya ayah Engtay mengabulkan keinginannya meski dengan hati yang berat, walaupun begitu ayah Engtay tetap mengusahakan yang terbaik untuk anak semata wayangnya itu. Rasa cinta yang timbul dengan cara menggebu-gebu dalam naskah ini terjadi ketika Engtay membongkar jati drinya kepada Sampek bahwa ia adalah seorang perempuan. Setelah mengetahui hal itu Sampek dan Engtay pun saling jatuh cinta hingga membuat mereka lupa diri dan ingin melakukan hal yang tidak senonoh. Paparan data yang telah dipaparkan memberikan gambaran mengenai wujud emosi tokoh yang terdapat dalam naskah drama Sampek dan Engtay karya Norbertus Riantiarno. Wujud emosi tokoh itulah yang membangun cerita dalam naskah drama Sampek dan Engtay menjadi sebuah cerita yang apik dan tak pernah lekang oleh waktu. Wujud emosi tokoh dalam naskah drama Sampek dan Engtay karya Norbertus Riantiarno ini yang nantinya akan diimplikasikan pada pembelajaran sastra di SMA. B. Pembahasan 1. Wujud Emosi Tokoh dalam Naskah Drama Sampek dan Engtay karya Norbertus Riantiarno Naskah drama Sampek dan Engtay karya Norbertus Riantiarno ditulis pada tahun 1989, pertama kali dipentaskan oleh Teater Koma. Tokoh dalam drama ini berjumlah 19 orang yang berdialog, yaitu Dalang narrator, Sampek pemuda 20 tahun, Engtay pemudi 17 tahun, Macun tunangan Engtay, Juragan Ciok ayah Engtay, Nyonya Ciok ibu Engtay, Nio ayah Sampek, Nyonya Nio ibu Sampek, Sukiu bujang Sampek, Jinsim pengasuh Engtay, Suhiang pelayang Engtay 17 tahun, Antong Suami Jinsim, Kapten Liong ayah Macun, Guru berusia +50 tahun, Romeo, Juliet, Roromendut, Pronocitro, Adipati Wiraguna. Sedangkan yang tidak berbicara ada 6 golongan, yaitu murid-murid Sekolah Yayasan Putera Bangsa, rombongan arak-arakan, para pengangkat tandu, para pengawal tandu, pengiring tandu pengantin, dan penggali kubur. Data yang ditemukan mengenai wujud emosi tokoh dalam naskah drama Sampek dan Engtay karya Norbertus Riantiarno adalah sebagai berikut. a. Tokoh Sampek, ditemukan 1 data rasa malu, kesedihan 6 data, cinta 3 data. b. Tokoh Engtay, ditemukan rasa bersalah 2 data, rasa malu 1, kesedihan 7 data, cinta 6 data. c. Tokoh Macun, ditemukan rasa malu 1 data dan kebencian 1 data. d. Tokoh Juragan Ciok, ditemukan rasa bersalah 1 data dan rasa cinta 1 data. e. Tokoh Nyonya Ciok, ditemukan kesedihan 1 data dan cinta 2 data. f. Tokoh Nyonya Nio, ditemukan kesdihan 1 data dan cinta 1 data. g. Tokoh Nio, ditemukan kebencian 1 data. Emosi dalam Naskah Drama Sampek dan Engtay Karya Norbertus Riantiarno Syntax Literate, Vol. 6, No. 7, Juli 2021 3365 h. Tokoh Sukiu, ditemukan kesedihan 1 data. i. Tokoh Jinsim, ditemukan rasa malu 2 data. j. Tokoh Romeo, ditemukan rasa cinta 1 data. k. Tokoh Juliet, ditemukan rasa cinta 1 data. Pada paparan data di atas tokoh yang memiliki emosi yang sesuai dengan teori kalsifikasi emosi David Krech yang sudah dimodifikasi oleh Albertine Minderop hanya 11 tokoh, selebihnya belum data-datanya belum memenuhi kriteria klasifikasi emosi tersebut. Klasifikasi yang dimiliki para tokoh dalam naskah drama Sampek dan Engtay yaitu, emosi rasa bersalah, rasa malu, kesedihan, kebencian dan cinta. Sedangkan rasa bersalah yang dipendam dan menghukum diri sendiri tidak ditemukan dalam naskah drama ini. Wujud emosi tokoh dalam penelitian ini keseluruhan data berjumlah 3 data rasa bersalah, 5 data rasa malu, 16 data kesedihan, 1 data kebencian, dan 15 data cinta. Dalam penelitian ini setiap data diberikan kode, yaitu RB Rasa Bersalah, RM Rasa Malu, KS Kesedihan, KB Kebencian, RC Rasa Cinta. Berikut pembahasan lebih lengkapnya. a Tokoh Sampek ➢ Rasa Malu Data 1 RM Sampek “Aku juga malu….” Riantiarno, 2019 Pada data ini rasa malu dialami oleh tokoh Sampek yang pada saat itu ia ingin melakukan hubungan terlarang demi mengungkapkan rasa cintanya yang meledak-ledak antara Sampek dan Engtay. Berhubung ini adalah pertama kali bagi Sampek, dan Sampek juga merupakan pemuda yang sangat-sangat polos, maka timbullah dialog “Aku juga malu….”. Dialog ini menjelaskan bahwa Sampek masih malu-malu untuk melakukan hal itu, karena itu yang pertama baginya. ➢ Kesedihan Data 1 KS Sampek MENANGIS MENYANYI Apa betul kita tidak mempunyai kesanggupan Membalik langit, mengaduk lautan? Apa para dewa juga ikut senang Melihat sepasang kekasih berpisah? Riantiarno, 2019 Data di atas menjelaskan bahwa Sampek sedang bersedih karena ia tidak bisa bersatu dengan Engtay. Dalam kalimatnya “Apa betul kita tidak mempunyai kesanggupan, membalik langit, medangaduk lautan?” kalimat ini menyatakan sebuah pertanyaan Sampek yang artinya apakah mereka Sampek dan Engtay tidak memiliki kesanggupan untuk mengubah hal yang sangat tidak mungkin terjadi, menjadi hal yang Misnawati, Ellok Rahmawati 3366 Syntax Literate, Vol. 6, No. 7, Juli 2021 mungkin. Sampek sangat mengharapkan kalau Engtay tidak dijodohkan oleh orang tuanya dengan Macun, melainkan dijodohkan dengan dirinya. Data 2 KS Sampek SEDIH “kamu betul. Adikku, Engtay, mengapa kamu harus dipanggil pulang? Riantiarno, 2019 Pada data di atas kesedihan dirasakan oleh tokoh Sampek yang saat itu baru saja mengetahui bahwa Engtay adalah perempuan, baru saja ingin memadu kasih dan akhirnya mereka saling jatuh cinta. Namun, ketika mereka hendak memadu kasih di kamar, tiba-tiba Sukiu memberitahukan bahwa pengasuh Engtay datang untuk menjemput Engtay dan menyuruhnya pulang atas dasar perintah dari orang tua Engtay. Mengetahui hal itu Sampek sangat sedih karena harus berpisah dengan Engtay sesosok yang baru saja ia tetapkan sebagai belahan jiwanya. namun takdir berkata lain, takdir mengharuskan kisah cinta mereka menemui jalan yang amat terjal. Data 3 KS Sampek “Engtay, Engtay, tega sekali kamu memutuskan hubungan kita. Oh, aku tidak sanggup menyaksikan kau bersanding dengan lelaki lain, diiringi musik, berpakaian merah penuh ronce emas. Aku tidak sanggup lagi. Lebih baik mati, mati….” Riantiarno, 2019 Pada data di atas menunjukkan Sampek sedang sakit dan meratapi perpisahannya dengan Engtay. Setelah ia mengetahui bahwa Engtay sudah ditunangkan oleh macun Sampek merasa frustasi dan ia rasanya tidak ingin hidup lagi. Lebih baik ia mati dari pada melihat Engtay menikah dengan lelaki lain dengan diiringi music, dan berpakaian merah penuh ronce emas. Ia tidak ingin melihat hal itu terjadi. Sampek tidak sanggup melihat Engtay bahagia dengan lelaki lain, selain dirinya. Data 4 KS Sampek “Engtay, Engtay, aku memang bodoh. Tapi apa harus seberat ini penderitaan yang mesti kutanggung akibat kebodohanku itu? Aku tidak sanggup, tidak sanggup….” Riantiarno, 2019 Data ini menunjukkan bahwa Sampek terus menerus menyebutkan nama Engtay dikala sakitnya dan menyesali kebodohannya. Sampek tidak datang dihati yang telah dijanjikan oleh Engtay. Sampek Akibat kebodohannya itulah Sampek tidak bisa melamar Engtay dan malah Engtay lebih dulu dilamar oleh laki-laki lain. Sampek terus merutuki Emosi dalam Naskah Drama Sampek dan Engtay Karya Norbertus Riantiarno Syntax Literate, Vol. 6, No. 7, Juli 2021 3367 dirinya yang bodoh itu, ia bahkan tidak sanggup menerima penderitaan tersebut. Data 5 KS Sampek “Aku tidak sanggup, mati saja, mati… aduh… sakiiiitt….” Riantiarno, 2019 Data di atas menunjukkan bahwa sudah pada puncaknya Sampek tidak sanggup lagi untuk hidup dan menerima penderitaan itu, ia merasa bahwa ia lebih baik mati saja. Data 6 KS Sampek “Dengar semua pesanku! Kuburanku akan seperti apa yang ditulis Engtay dalam surat itu. Aku yakin, Engtay pasti akan datang ke kuburanku. MENGAMBIL TUSUK KONDE DARI BALIK BANTALNYA itu tusuk konde, tanda mata dari Engtay. Taruhlah di atas piring pedupan di depan kuburanku. Jika dia datang, dia pasti tahu apa yang harus dilakukannya. Ibu, ayah, aku mohon maaf karena tidak bisa menjaga sampai ayah, ibu tua. Maafkan anakmu yang tidak berbakti ini. Aku merasa, ajalku sudah dekat sekali. Ikhlaskan anakmu pergi, tapi ada satu permintaanku jangan sampai benci sama Engtay, sebab dialah satu-satunya gadis yang paling aku cintai. Selamat tinggal semuanya… SAMPEK MATI. TANGISPUN MELEDAK Riantiarno, 2019 Data ini menunjukkan bahwa ini adalah dialog Sampek diakhir hayatnya yang sangat menyedihkan itu, ia tidak dipersatuan dengan Engtay oleh Tuhan di dunia. Di akhir hayatnya Sampek meminta sebuah persarayatan yang ditulis oleh Engtay di suratnya. Meskipun begitu diakhir hayatnya ia tetap mencintai Engtay, hal ini dibuktikan ketika Sampek miminta orang tuanya untuk membuat kuburannya seperti yang diminta Engtay di suratnya. ➢ Cinta Data 1 RC Sampek “Aku mencintaimu.” Riantiarno, 2019 Pada data ini menunjukkan Sampek mengungkapkan bahwa ia mencintai Engtay. Data 2 RC Sampek “Lelaki yang jatuh cinta biasa memakai kata-kata berbunga. Aku tidak. Apa saja yang kukatakan, memang begitu kenyataannya.” Riantiarno, 2019 Data di atas menunjukkan bahwa ketika Sampek mencintai seseorang ia tidak pernah bermuluk-muluk atau mengungkapkan hal-hal yang indah Misnawati, Ellok Rahmawati 3368 Syntax Literate, Vol. 6, No. 7, Juli 2021 namun bohong. Sampek menyatakan bahwa apa yang dia katakana itulah yang ia rasakan. Data 3 RC Sampek “Ibu tidak pernah jumpa dengan dia sih. Pokoknya, untukku Engtay tak bisa digantikan oleh siapapun.” Riantiarno, 2019 Data di atas menunjukkan bahwa Sampek menyatakan dengan tegas kepada ibunya bahwa tidak ada seorang wanitapun yang bisa menggantikan Engtay di hatinya. b Tokoh Engtay ➢ Rasa Bersalah Data 1 RB Engtay “Maafkan anakmu yang durhaka, Ibu. Ayah yang medorongku berbuat seperti ini. Ayah pernah bilang akan mengizinkan aku sekolah ke Betawi kalau aku berhasil menipunya….” Riantiarno, 2019 Data di atas menunjukkan bahwa Engtay merasa bersalah karena telah menipu ayahnya. Ia pura-pura menjadi seorang lelaki demi mendapatkan izin dari orang tuanya untuk sekolah. Pada saat itu perempuan dilarang untuk sekolah dan hanya boleh di dalam rumah saja, bahkan pergaulan dengan teman pun dibatasi. Data 2 RB Engtay “Ayah, maafkan Engtay.” Riantiarno, 2019 Pada data ini Engtay benar-benar meminta maaf kepada ayahnya karena ia membuat ayahnya terkejut hingga pingsan. ➢ Rasa Malu Data 1 RM Engtay “Ah, aku malu.” Riantiarno, 2019 Pada data ini rasa malu dialami oleh tokoh Engtay yang pada saat itu ia dan Sampek ingin melakukan sesuatu yang melanggar aturan. Mereka hampir saja melakukan hal yang melanggar aturan demi mengungkapkan rasa cintanya yang terlalu mengebu-gebu. ➢ Kesedihan Data 1 KS Engtay Menyanyi Menunggu … Rinduku, kasihku … Masa depan cintaku Emosi dalam Naskah Drama Sampek dan Engtay Karya Norbertus Riantiarno Syntax Literate, Vol. 6, No. 7, Juli 2021 3369 Panjang dan berliku-liku Masa depan cintaku Nampak semakin tak menentu Menunggu … Rinduku, kasihku … Wajah masa depanku Buram dan tak berwujud Wajah masa depanku Suram dan penuh kemelut … Riantiarno, 2019 Pada data ini menunjukkan kesedihan yang dialami oleh Engtay karena seorang yang ditunggunya tak kunjung tiba. Engtay sangat khawatir jika Sampek tidak datang tepat waktu sesuai dengan perjanjiannya, maka ia akan lebih dulu dilamar oleh Macun. Data 2 KS Engtay Menangis. Lari Ke Dalam Riantiarno, 2019 Pada data ini rasa sedih dialami oleh Engtay yang pada saat itu Macun dan ayah Macun datang ke rumah Engtay berniat untuk melamar Engtay. Namun pada saat itu hati Engtay benar-benar gundah gulana. Ia sangat terpaksa mengikuti kehendak orang tuanya untuk menerima perjodohan itu. Yang bisa dilakukan Engtay hanya diam dan menangis karena sudah tidak kuat lagi menahan emosinya dan ia memutuskan untuk lari ke dalam kamar. Data 3 KS Engtay “Ah, Sampek. Kamu membuat hatiku hancur berkaping-keping.” Riantiarno, 2019 Pada data ini rasa sedih dialami oleh tokoh Engtay karena mendengar penjelasan Sampek yang mengatakan bahwa ketika ditinggal oleh Engtay, Sampek merasa bahwa hidupnya taka da gunanya lagi tanpa Engtay di sisinya. Data 4 KS Engtay MENANGIS ”Tidak salah. Memang begitu kenyataanya.” Riantiarno, 2019 Data ini menjelaskan bahwa kesedihan yang dialami Engtay ketika Sampek mengatahui bahwa ternyata Engtay sudah ditunangkan oleh laki-laki lain yaitu Macun. Mendengar hal itu Sampek tidak percaya dan menanyakannya langsung kepada Engtay, dan Engtay meng-iya-kan berita itu. Data 5 KS Engtay Menangis Ah, Sampek. Barangkali kita memang tidak berjodoh. Misnawati, Ellok Rahmawati 3370 Syntax Literate, Vol. 6, No. 7, Juli 2021 Kalau tidak, mana mungkin kita harus menjalani lakon seperti ini. Tapi kalau boleh aku bilang, ini semua lantaran kebodohan kakak yang sangat kelewatan. Ingatkah pesanku agar kau datang jangan lebih dari 2 dan 8, 3 dan 7, 4 dan 6 hari? Kau datang terlambat sekali.” Riantiarno, 2019 Pada data ini Engtay menangis ketika menjelaskan bahwa akibat kebodohan Sampek yang datang terlambat, tidak sesuai dengan hari yang dijanjikan oleh Engtay. Akibatnya Sampek tidak bisa meminang Engtay dan mereka tidak bisa bersatu. Karena pada saat itu Engtay sudah ditunangkan oleh laki-laki lain. Data 6 KS Engtay Menangis. Menyanyi Segalanya sudah terlanjur Ibarat nasi sudah jadi bubur Apalagi yang perlu disesali, apalagi? Jodoh kita nyatanya bukan untuk zaman ini Riantiarno, 2019 Dalam nyanyian ini Engtay mengatakan dengan kesedihan yang amat dalam bahwa ia dan Sampek memang tidak ditaksirkan oleh Tuhan berjodoh saat itu. Sampek dan Engtay sudah tidak bisa melakukan apa-apa untuk mempertahankan hubungan mereka. semuanya sudah terlanjur, nasi sudah menjadi bubur dan tidak mungkin untuk diubah lagi. Data 7 KS Engtay Menangis Lari Ke Dalam Kamar Riantiarno, 2019 Data ini menunjukkan bahwa hati Engtay merasakan kesakitan yang amat dalam. Ia tidak bisa menerima lamaran Sampek lantaran ia sudah ditunangkan oleh Macun. Karena ia tidak sanggup melihat Sampek yang tengah patah hati pula. ➢ Cinta Data 1 RC Engtay MENGALIHKAN PERSOALAN “Lihat belibis-belibis itu. Asyik berenang dan tidak peduli sekeliling. Lihat sepasang angsa itu, mereka dekat satu sama lain seakan tidak mau lepas. Mereka sedang berpacaran. Aih, kalau saja kita bisa seperti angsa itu. Dekat satu sama lain, saling mencintai. Kita masing-masing belum terikat, sendiri dan belum punya pasangan. Seharusnya kita juga bisa saling berpasangan.” Riantiarno, 2019 Emosi dalam Naskah Drama Sampek dan Engtay Karya Norbertus Riantiarno Syntax Literate, Vol. 6, No. 7, Juli 2021 3371 Pada data ini menunjukkan bahwa Tokoh Engtay sedang berusaha untuk mengungkapkan perasaan cintanya kepada Sampek. Dengan sebuah pengibaratan-pengibaratan yang indah. Data 2 RC Engtay “Baru kaulah lelaki yang kucintai.” Riantiarno, 2019 Data ini menunjukkan bahwa Engtay mengatakan bahwa Sampek adalah laki-laki pertama yang ia cintai. Data 3 RC Engtay TERLONGONG-LONGONG DI DEPAN KUBURAN SAMPEK Aku datang padamu Sampek. Kemarin malam kau yang menemuiku dalam mimpiku. Begitu jelas, sampai aku tak tahu itu cuma mimpi atau memang kenyataan. Kau tidak berkata apa-apa selain menyebut namaku berulangkali. Kau tidak meminta apa-apa, tapi aku sangat paham apa yang kau kehendaki. Sekarang aku datang. Aku disini. Engtay Sepanjang jalan aku semakin yakin, ternyata aku hanya mencintai seorang lelaki, kaulah itu, Sampek. Dan bukan Macun. Kaulah yang seharusnya menjadi suamiku, dan bukan yang lainnya. ENGTAY MENYOBEK KAIN YANG DIPAKAINYA DAN MENOREHKAN KATA-KATA DISITU DENGAN DARAH YANG DIAMBIL DARI UJUNG JARINYA LALU ENGTAY MEMBACA APA YANG SUDAH DITULISNYA ITU DENGAN SEDU SEDAN “Hidup atau mati, kuingin selalu bersamamu. Tiada yang sanggup memisahkan cinta kita. Juga tidak kematian .. MENUANG TIGA CAWAN ARAK, MENUMPAHKANNYA KE TANAH DI DEPAN KUBURAN SAMPEK Terimalah arak persembahan. MENANGIS Sampek, Sampek, Sampek … Riantiarno, 2019 Data 4 RC Engtay Kau taruh tusuk kondeku disini. Aku tahu, apa yang kau harapkan dariku. Sampek, kuambil tusuk konde ini. Akan kuketuk-ketuk di kuburannya Kalau kita memang berjodoh, kuburan ini pasti akan terbuka. Lalu aku akan masuk dan menjadi satu dengan jasadmu untuk selama-lamanya. Tapi kalau kita memang tidak berjodoh, tentu aku akan terus dibawa Macun ke Rangkasbitung dan jadi isterinya seumur hidup. Sampek, kau mati lantaran aku. Buktikan, bahwa kematianmu tidak sia-sia. Aku ketukkan tusuk konde ini tiga kali. Terbukalah … Terbukalah kuburmu ini … MENGETUK-NGETUK TUSUK KONDE KEKUBUR SAMPEK, SEBANYAK TIGA KALI Riantiarno, 2019 Misnawati, Ellok Rahmawati 3372 Syntax Literate, Vol. 6, No. 7, Juli 2021 Data 5 RC TIBA-TIBA, SETELAH KETUKAN YANG KETIGA, TERDENGAR GELEGAR GUNTUR, PADAHAL LANGIT TIDAK SEDANG MENDUNG LALU SEBUAH CAHAYA, BAGAI METEOR, JATUH DARI LANGIT. CAHAYA ITU LANGSUNG MEMBENTUR KUBURAN SAMPEK, SEHINGGA KUBURAN JADI TERBELAH DAN MENGANGA ENGTAY TERKESIMA. SEMUA TERKESIMA Riantiarno, 2019 Data 6 RC Engtay TERSENYUM Kita memang berjodoh. Tunggu aku, Sampek! Aku datang! ENTAY MASUK KEDALAM KUBUR SAMPEK DENGAN GERAK YANG SANGAT INDAH SEKALI Riantiarno, 2019 Pada data 3, 4, 5, dan 6 ini Engtay menepati janjinya bahwa ia akan datang ketempat peristirahatan Sampek. Engtay menangis meraung-raung ia mengatakan bahwa sepanjang perjalanan arak-arakan pernikahan Engtay dan Macun, Engtay semakin yakin bahwa hanya ada satu laki ia cintai, yaitu sampek. Setelah tibanya di kuburan Sampek, Engtay merobek kain suteranya dan menorehkan tulisan di perkuburan Sampek. Beberapa saat kemusian Engtay menyadari bahwa Sampek memang benar-benar melakukan apa yang diminta Engtay yaitu meletakkan tusuk konde Engtay yang pernah diberikan kepada Sampek. Tusuk konde itu oleh keluarga dan atas permintaan Sampek ditaruh diatas kuburannya. Setelah menyadari hal itu Engtay pun mengambil tusuk kondenya dan memukulkan tusuk konde itu sebanyak tiga kali, sambil mengatakan jika memang mereka berjodoh, maka kuburan itu terbuka dan jasad merekapun menyatu,. Namun jika kuburan itu tidak terbuka maka mereka memang tidak berjodoh, dan Engtay akan terus dibawa Macunke Rangkasbelitung. Seketika itu pula lengit menjadi mendung dan Guntur pun menggelerag dan tiba-tiba ada cahaya bagaikan meteor jatuh mengenai kuburan Sampek dan terbukalah kuburan itu. Mengetahui hal itu Engtay pun yakin bahwa mereka memang jodoh yang ditakdirkan oleh Tuhan. Engtay segera masuk ke dalam kuburan itu dan bersatu dengan jasad Sampek. c Tokoh Macun ➢ Rasa Malu Data 1 RM Macun “Ah, Ayah, bisa saja.” Riantiarno, 2019 Emosi dalam Naskah Drama Sampek dan Engtay Karya Norbertus Riantiarno Syntax Literate, Vol. 6, No. 7, Juli 2021 3373 Rasa malu ini dialami oleh tokoh Macun ketika Kapten Liong mengatakan bahwa Macun telah mempersiapkan semua keperluan pernikahannya dengan Engtay. Bahkan Macun sudah membeli beberapa peralatan rumah tangga. Dan juga harga sewa tandu pengantin. ➢ Kebencian Data 1 KB Macun MELEDAK MARAH “Jangan pedulikan! Bongkar!” Riantiarno, 2019 Data ini menunjukkan bahwa Macun sangat murka melihat tunangannya di telah oleh kuburan Sampek. Sampek Murka dan menyuruh para penggali kubur untui membongkar kuburan itu dan menemukan orang yang sangat ia cintai itu. d Tokoh Juragan Ciok ➢ Rasa Bersalah Data 1 RB Ciok “Ini akibat kita turuti apa yang dia mau sejak kecil. Dia anggap semua persoalan jalan keluarnya gampang-gampang saja. Kalau sekarang kita larang niatnya itu, aku takut nanti dia kaget. Lalu sakit, terus kalau dia sakit? Bagaimana? Dia anak kita satu-satunya….” Riantiarno, 2019 Data ini menunjukkan bahwa Ciok sangat menyesal karena tela mendidik Engtay dengan menuruti semua keinginannya. Hingga pada saatnya tiba Engtay meminta sesuatu yang menurutnya akan membuat boomerang bagi keluarga mereka, dan jika keinginan Engtay tidak dituruti takutnya ia akan sakit. Ciok tidak ingin Engtay sampai sakit karena Engtay adalah anak satu-satunya dan sangat ia sayangi. ➢ Cinta Data 1 RC Ciok “Mau apa lagi? Kalau ibumu sudah setuju, masa aku tidak? Lebih baik kamu siap-siap. Besok pagi kamu berangkat. Nanti ayah urus supaya kamu bisa langsung diantar kegedung sekolahan. Kebetulan ayah kenal baik guru kepala disana, ayah akan surati dia.” Riantiarno, 2019 Data ini menunjukkan bahwa Ciok sangat menyayangi anak semata wayangnya itu. Ciok akan mengabulkan semua permintaan Engtay meski hal itu melanggar aturan di zaman mereka. walaupun dengan terpaksa Ciok mengizinkan Engtay untuk pergi sekolah ke Betawi, Ciok tetap mengurus semua keperluan Engtay di Sana. e Tokoh Nyonya Ciok ➢ Kesedihan Misnawati, Ellok Rahmawati 3374 Syntax Literate, Vol. 6, No. 7, Juli 2021 Data 1 KS Nyonya Ciok TERPENGARUH. IKUT MENANGIS “Engtay, anakku. Apa boleh buat. Ibu akan mengizinkan. Tapi kamu harus ekstra hati-hati. Waspada sama orang asing. Jangan terlalu cepat percaya sama orang yang baru kamu kenal. Betawi itu kota besar, jauh lebih gede dari Serang. Macam-macam orang berkumpul di kota itu, campur aduk kayak cendol. Kamu harus jeli memilih teman. Hemat pangkal pandai, rajin pangkal kaya. Harus patuh sama gurumu!” Riantiarno, 2019 Data ini menunjukkan kesedihan yang dialami oleh Nyonya Ciok karena sebentar lagi ia akan ditinggalkan oleh anaknya pergi sekolah ke Betawi. Nyonya Ciok takut hal-hal buruk akan menimpa Engtay di tanah rantau yang merupakan sebuah kota besar, maka dari itu nyonya ciok memberikan banyak wejangan kepada Engtay agar terus berhati-hati dengan orang-orang di Betawi. Tidak bisa dipungkiri bahwa Nyonya Ciok sangat khawatir dengan keinginan Engtay kali ini. ➢ Cinta Data 1 KS Nyonya Ciok “Hatimu memang baik, dan aku percaya. Itu sebabnya aku dan ayahmu memutuskan untuk tidak membuat kakimu kecil seperti yang sudah dilakukan oleh leluhur-leluhur kita. Lihat, kakiku sendiri masih kecil. Dan apa yang kami putuskan itu hanya menandakan kami sangat mencintaimu.” Riantiarno, 2019 Pada data ini Nyonya Ciok menyatakan bahwa semua hal yang dilakukan untuk Engtay adalah demi kebaikan dan kebahagiaan Engtay menurutnya. Ia tidak ingin anaknya bersaib sama sepertinya yang memiliki “kaki kecil” yang artinya ia tidak ingin Engtay seperti dirinya yang tidak bisa kemana-mana dan hidup sebagai seorang wanita yang hanya tahu kehidupan dikeluarganya saja, tanpa mengetahu betapa luasnya dunia ini untuk dilihat dan dikagumi. Maka dari itu ia menuruti semua yang diminta oleh Engtay dengan mudah. Data 2 KS Nyonya Ciok MEMELUK ENGTAY “Anakku, buah hati, cahaya hidupku ….” Riantiarno, 2019 Data ini menunjukkan bahwa rasa cinta seorang sangatlah besar terhadap anaknya. Seorang ibu pasti menganggap anaknya sebagai cahaya hidupnya dan sumber kebahagiannya. f Tokoh Nyonya Nio Emosi dalam Naskah Drama Sampek dan Engtay Karya Norbertus Riantiarno Syntax Literate, Vol. 6, No. 7, Juli 2021 3375 ➢ Kesedihan Data 1 KS Nyonya Nio MENANGIS “Aduh, Sampek, anakku, jangan begini nak. Kamu anakku satusatunya, bangkitlah semangatmu, nak. Jangan habis hanya lantaran cinta. Sampek, untuk apa mengingat-ingat gadis yang sudah bertunangan?” Riantiarno, 2019 Pada data ini menunjukkan bahwa Nyonya Nio ibu Sampek sedih melihat anaknya yang sedang sakit-sakitan akibat patah hati. Nyonya Ciok terus memberikan semangat kepada anaknya untuk segera sembuh, demi kesembuhan anaknya ia menyuruh Sampek untuk melupakan Engtay yang sudah bertunangan itu. ➢ Cinta Data 1 RC Nyonya Nio “Apa gadis itu bisa meramal? Jangan dengarkan dia Sampek. Kau pasti akan sembuh. Minumlah obat yang diberikan tabib Koh. Sesudah sembuh, ibu janji, akan mencarikan kamu gadis yang jauh lebih hebat dari Engtay. Sampek, sembuh nak, sembuh ya? Kasihani ibumu ….” Riantiarno, 2019 Data ini menunjukkan rasa cinta Nyonya Nio kepada Sampek anaknya. Bahkan ia memanggilkan tabib untuk kesembuhan anaknya, ia tidak ingin melihat anaknya sakit-sakitan lantaran Sampek terus-menerus mengingat nama Engtay. Bahkan Nyonya Nio berjanji jika Sampek sembuh maka ia akan mencarikan gadis yang jauh lebih baik dari pada Engtay. g Tokoh Nio ➢ Kebencian Data 1 KB Nio “Kurang ajar. Kurang ajar. Apa maksud dari surat itu? Sok pintar sekali. Lebih pintar dari tabib yang paling pintar. Kurang ajar.” Riantiarno, 2019 Data ini menunjukkan bahwa Nio ayah Sampek sangat marah kepada Engtay, lantaran surat yang dikirim Engtay untuk Sampek, yang menurutnya isi surat itu malah mendoakan Sampek agar cepat mati. Tidak ada satu pun orang tua yang terima jika anaknya didoakan cepat mati oleh orang lain, bahkan itu adalah orang yang sangat dicintai anaknya. Mungkin karena keburu emosi, maka ayah Sampek sangat marah mendengar hal itu dan malah salah mengartikan maksud dari surat Engtay tersebut. Misnawati, Ellok Rahmawati 3376 Syntax Literate, Vol. 6, No. 7, Juli 2021 h Tokoh Sukiu ➢ Kesedihan Data 1 KS Sukiu MENANGIS. SAMBIL MENGHAPUS AIR MATA YANG MELELEH “Memang gadis ini teramat sangat kelewat kurang ajar. Ini namanya menyumpahi….” Riantiarno, 2019 Data ini menjelsakan bahwa Sukiu juga ikut bersedih melihat surat dari Engtay untuk Sampek yang dibawanya. Tadinya ia berharap surat itu berisi doa yang atau kata-kata semangat untuk menyebuhkan Sampek, ternyata isi surat itu bertolah belakang dengan yang diharapkan. Ia sedih ketika melihat juragannya yang sangat ia sayangi disumpahi cepat meninggal oleh Engtay. Sukiu tidak terima dengan hal itu. i Tokoh Jinsim ➢ Rasa Malu Data 1 RM Jinsim MALU-MALU “Nyonya Besar ….” Riantiarno, 2019 Data ini menunjukkan rasa malu yang dialami oleh tokoh Jinsim ia menyampaikan keinginnya kepada Nyonya Ciok untuk ikut Antong pergi ke Betawi menjemput Engtay. Data 2 RM Jinsim MALU “Maaf Nya Besar, tapi diizinkan ikut ya?” Riantiarno, 2019 Data ini menunjukkan bahwa Jinsim tetap bersikukuh untuk ikut Antong ke Betawi dengan sikap yang sedikit malu-malu, takut kalau-kalau ia tidak diizinkan juragannya tersebut. j Tokoh Romeo ➢ Cinta Data 1 RC Romeo MUNCUL BERSAMA YULIET “Ibarat bunga, mawar ataupun kenanga, kalau ia harum, nama tak lagi penting adanya. Yuliet, dikau ibarat bunga. Berganti nama sejuta kalipun, asal dikau adalah Yuliet seperti yang kukenal sekarang ini, duhai, dikau tetap kucinta …” Riantiarno, 2019 Data ini menunjukkan bahwa Romeo sangat mencintai Yuliet. Hal ini dapat dilihat dari pengibaratan yang diberikan oleh Romeo kepada Yuliet, bahwa Yuliet ibarat bunga, mesipun berganti nama sejuta kalipun, asal itu adalah Yuliet seperti yang ia kenal sekarang, maka ia akan tetap mencintai Yuliet. Emosi dalam Naskah Drama Sampek dan Engtay Karya Norbertus Riantiarno Syntax Literate, Vol. 6, No. 7, Juli 2021 3377 k Tokoh Juliet ➢ Cinta Data 1 RC Juliet MANJA “Ah, ah ….” Riantiarno, 2019 Dialog di atas menggambarkan bahwa Yuliet salah tingkah dengan pernyataan cinta Romeo. Ia pun semakin mencintai Romeo karena ungkapan cintanya tersebut. hingga Engtay tidak memiliki kata-kata lain selain “Ah, ah…” yang dapat diungkapkannya. Hatinya sangat bahagia mendengar hal itu. Kesimpulan Wujud Emosi Tokoh dalam Naskah Drama Sampek dan Engtay Karya Norbertus Riantiarno dalam penelitian ini menggunakan teori klasifikasi emosi David Krech yang sudah dimodifikasi oleh Albertine Minderop, awalnya emosi terbagi menjadi tujuh bagian, yaitu rasa bersalah, rasa bersalah yang dipendam, menghukum diri sendiri, rasa malu, kesedihan, kebencian dan cinta. Namun, setelah dilakukan analisis data ternyata dalam naskah drama Sampek dan Engtay karya Norbertus Riantiarno hanya ditemukan lima klasifikasi emosi, yaitu rasa bersalah tiga data, rasa malu lima data, kesedihan enam belas data, kebencian satu data, dan cinta lima belas data. Misnawati, Ellok Rahmawati 3378 Syntax Literate, Vol. 6, No. 7, Juli 2021 BIBLIOGRAFI Abraham, Ihsan. 2017. Struktur kepribadian tokoh dalam novel Surat Kecil untuk Tuhan karya Agnes Davonar. Kembara, 31, 55–63. Google Scholar Fajriyah, Khoiriyatul, Mulawarman, Widyatmike Gede, & Rokhmansyah, Alfian. 2017. Kepribadian tokoh utama wanita dalam novel alisya karya muhammad makhdlori kajian psikologi sastra. CaLLs Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics, 31, 1–14. Google Scholar Fazalani, Runi. 2021. Menganalisis Novel “Cantik Itu Luka” Karya Eka Kurniawan Melalui Unsur Intrinsik Dan Menggunakan Psikoanalisis. Reform Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Budaya, 401, 11–23. Google Scholar Handayani, Nunung. 2018. Klasifikasi Emosi Tokoh Jati Dalam Novel Jangan Miringkan Sajadahmu Karya Muhammad B. Anggoro Ditinjau Dari Psikoanalisis Sastra Serta Hubungannya Dengan Pembelajaran Sastra Di SMA. Universitas Mataram. Google Scholar Hidayati, Eka Suci, Wardiah, Dessy, & Ardiansyah, Arif. 2021. Klasifikasi Emosi Tokoh Dalam Novel Titian Takdir Karya W Sujani Kajian Psikologi Sastra. Jurnal Pendidikan Tambusai, 51, 2005–2017. Google Scholar Koswara. 1991. Teori-Teori kepribadian. Bandung PT. Gresco. Krech, David, Crutchfield, Richard S., & Livson, Norman. 1974. Elements of psychology. Alfred a. knopf. Google Scholar Miswari, Miswari. 2017. Mengelola Self Efficacy, Perasaan dan Emosi dalam Pembelajaran melalui Manajemen Diri. Cendekia Jurnal Kependidikan Dan Kemasyarakatan, 151, 67–82. Google Scholar Nirmala, Afsun Aulia. 2009. Naskah drama sampek engtay karya n. riantiarno dan romeo juliet karya William shakespeare tinjauan intertekstualitas, kajian feminisme, dan nilai edukatif. UNS Sebelas Maret University. Google Scholar Papalia, Diane E., Feldman Duskin, Ruth, & Martorell, Gabriela. 2015. Perkembangan Manusia. 1–486. Ratna, I. Nyoman Kutha. 2013. Teori, metode & teknik penelitan sastra dari strukturalisme hingga postrukturalisme perspektif wacana naratif. Pustaka Pelajar. Google Scholar Riantiarno. 2019. Norbertus. Diakses 10 Juni 2019. Google Scholar Copyright holder Misnawati, Ellok Rahmawati 2021 Emosi dalam Naskah Drama Sampek dan Engtay Karya Norbertus Riantiarno Syntax Literate, Vol. 6, No. 7, Juli 2021 3379 First publication right Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia This article is licensed under Misnawati MisnawatiStefani Ratu LestariningtyasNirena Ade ChristyRobertus Hary PurnomoPenelitian ini bertujuan 1 mengungkap proses penciptaan seni Pertunjukan “BAH” oleh Teater Tunas PBSI Universitas Palangka Raya;2 mengungkap tanda yang berkaitan dengan aktivitas aktor pertunjukan “BAH” oleh Teater Tunas PBSI Universitas Palangka Raya;3mengungkap tanda yang berkaitan dengan penampilan aktor pertunjukan “BAH” oleh Teater Tunas PBSI Universitas Palangka Raya; dan 4 mengungkap tanda yang berkaitan dengan aspek ruang padapertunjukan “BAH” oleh Teater Tunas PBSI Universitas Palangka Raya; dan 5 mengungkap tanda yang berkaitan dengan akustik non-verbal. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori semiotik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan 1 teknik perekaman, baik audio maupun audiovisual, 2 pencatatan, 3 wawancara yang mendalam, 4 studi kepustakaan dan analisis dokumentasi. Sumber data utama yang dianalisis adalah tuturan aktor dan sistem tanda dalam Pertunjukan “BAH” oleh Teater Tunas PBSI Universitas Palangka Raya. Temuan Penelitian 1 terungkap kalau proses penciptaan seni Pertunjukan “BAH” oleh Teater Tunas PBSI Universitas Palangka Raya dimulai dari memilih naskah, menelaah/membedah naskah drama, membaca naskah drama, membagi peran, latihan pemeranan, penentuan tata pentas, penentuan tata lampu, penentuan tata kostum, penentuan tata rias, dan pementasan drama. 2 Tanda yang berkaitan dengan aktivitas aktor adalah para pemain memerankan lakonnya masing-masing, mimiknya sudah sesuai, dan gerak tubuhnya juga sudah sesuai. 3 Tanda yang berkaitan dengan penampilan aktor secara umum sudah bagus. Mulai dari wajah, rambut, dan kostum sudah mewakili perannya masing-masing. 4 Tanda yang berkaitan dengan aspekruang sudah menarik, property panggung sudah sesuai dengan tuntutan naskah. Di tengah panggung terdapat kuburan keramat. Tata lampu panggung pun sudah menyinari pemain.5 Tanda yang berkaitan dengan akustik non-verbal meliputi bunyi dan tata musik sudah bagus, seperti saat musik opening yang mampu membuat penonton terbawa dalam rasa mencekam dan menyeramkan. Saat adegan lucu pun musik yang dipilih dapat membuat penonton tertawa dan aims of this research are 1 to describe the form of code mixing in Resign! 2018 by Almira Bastari, 2 describes the function of code mixing in the novel Resign! 2018 by Almira Bastari. The approach used in this research is a qualitative approach. The qualitative approach in this study is to describe the form of code mixing and the function of code mixing. The data analysis technique used in this study is using library techniques and reading and note-taking techniques. The results of this study indicate that there is a code mixing event in the novel Resign! 2018 by Almira Bastari. First, the form of code mixing found in the novel Resign! 2018 by Almira Bastari totaling 251 data. The data specifically relates to the inclusion of elements of English into Indonesian. 1 mixed code in the form of words, there are 143 data, 2 mixed code in the form of phrases, there are 55 data, 3 mixed code in the form of clauses, there are 11 data, 4 mixed code in the form of repetition of words, there are 2 data, 5 mixed code in the form of expressions or idioms, there are 3 data, and 6 code mixing in the form of baster, there are 37 data. Second, the code mixing function contained in the novel Resign! 2018 Almira Bastari's work is 1 to respect the interlocutor there is 1 data, 2 to emphasize a certain intention there are 23 data, 3 to show self-identity there are 30 data, 4 as the influence of the subject matter there are 2 data, 5 as speech opponent specifications there are 192 data, 6 as quotations there are 3 data. As for the code mixing function, the inclusion of English elements into Indonesian as sentence inserts and as repetition was not found by the researchers. Misnawati MisnawatiPetrus PoerwadiApritha AprithaSiti RahmawatiPerformance Semiotics in Dramatic Performance is a study of the semiotics of theater or stage performances related to the theory of signs and sign systems in the performing arts called theater. Theater semiotics tries to understand the components of theater and establishes the assumption that everything within the framework of theater is a sign or sign. Theatrical performances are essentially a series of sign systems. This study aims to 1 reveal the process of creating and presenting the performance art of the Mental Ill Ballad Drama, 2 reveal signs related to the activities of the Mentally Ill Ballad Drama performance actors, 3 reveal signs related to the appearance of the Mentally Ill Ballad Drama performance actors Jiwa, 4 reveals signs related to the spatial aspect or place of the performance of the Mentally Ill Ballad and 5 reveals signs related to the non-verbal acoustic aspects of the Mentally Ill Ballad's performance. This research was carried out at the Campus of the Indonesian Language and Literature Education Study Program, Department of Language and Arts Education, FKIP, Palangka Raya University, Central Kalimantan Province. The object of research is students who practice theater and perform theater. This study involved 1 lecturers who taught the Drama/Theatre Performance course, 2 drama/theatre arts workers, and 3 students who practiced and performed plays/theatre. Data collection techniques in this field research are observation, recording, recording, and interviews. The collected data will be analyzed using the theory of Performance Semiotics. The performance semiotics contained in the performance of the drama Balada Illness, are 1 signs related to the process of creating and presenting performing arts, 2 signs related to actor activities, 3 signs related to actor appearances, 4 signs related to spatial aspects, and 5 signs related to non-verbal study aims to describe 1 spelling mistake on banners and billboards in the city of Palangka Raya, 2 describe diction mistake on banners and billboards in the city of Palangka Raya. This study is a qualitative research. Qualitative research is used to describe the mistakes in the use of spelling and diction on banners and billboards in the city of Palangka Raya. Based on the results of the data analysis of spelling and diction mistakes on banner and billboards in the city of Palangka Raya, there are 55 language mistakes, the dominant data is the data of spelling mistake from the use of diction mistake data. There are 36 data of spelling mistake, and 19 data of diction usage mistake. The results of the analysis based on the formulation of the problem are as follows. First, the mistake in the use of spelling that were analyzed were 36 data. There are 20 data of spelling mistakes on banners and there are 16 data of spelling mistakes on billboards. Second, there were 19 data that were analyzed in the mistakes of diction. There are 8 data of diction mistakes on banners, and 11 data diction mistakes on Nor ApifahAlifiah NurachmanaYuliati Eka AsiWinda SaptaniarsihThis study aims to find religious values in the main characters of the animated film Upin and Ipin in the form of 1 Honesty 2 Justice 3 Benefit for others 4 Humility 5 Work efficiently 6 Future vision 7 High discipline 8 Balance. Research uses a descriptive approach. The source of the research data is the animated film Upin and Ipin The Beginning Gang of Adventures. Data obtained by non-participant observation. The data analysis techniques used are 1 Data Collection 2 Data Reduction 3 Data Presentation 4 Drawing Conclusions or Verification. The validity of the data obtained by triangulation. The results of this study are 1 The form of religious values in the form of honesty is found in all the main characters. 2 Forms of religious values in the form of justice are found in the characters Badrol, Lim, Ros, and Rajoo 3 Forms of religious values in the form of benefiting others are found in all the main characters 4 Forms of religious values in the form of humility are found in all the main character 5 The form of religious values that manifests efficient work is found in all the main characters 6 The form of religious values that is in the form of future vision is present in all the main characters 7 The form of religious values that is in the form of high discipline is found in all the main characters 8 The form of religious values in the form of balance is found in all the main SaputraAlifiah NurachmanaHernika Anja Ratna PutriSelvia SarcieThe aims of this study were 1 to describe the types of figurative language that are contained in the Anthology of Teacher's Poems about a Book and the Secrets of Knowledge; and 2 describe the implications for learning literature in high school. This research approach is descriptive qualitative, in line with the findings of the study, namely in the form of a description of the types of figurative language repetition in the Anthology of Teacher's Poetry about a Book and the Secrets of Knowledge and their implications for learning literature in high school. This type of research is qualitative, because the data findings are not obtained by statistical calculations quantitative but in the form of phrases, clauses and sentences contained in the Anthology of Teacher's Poems about a Book and Secrets of Knowledge. The results of this study show the following data, namely 1 the figurative language of repetition contained in the Teacher's Poetry Anthology of a Book and the Secret of Knowledge is a repetition of alliteration type of figure of speech consisting of nine quotations, the alliteration figure of speech in these quotations gives rise to an aesthetic impression of the poem. The figure of speech of repetition of the mesodiplosis type has one quote, the figure of speech of mesodiplosis in these quotations emphasizes the meaning of the poem. The figure of speech of repetition which is the type of repetition of five quotations, the figure of speech of repetition in these quotations raises the affirmation of meaning and adds to the aesthetics of the poem. The figure of speech of repetition of the epistrofa type has three quotations. the figure of speech of epistropha in these quotations raises the affirmation of the meaning of the poem, thus the dominant form of repetition used in the Anthology of Guru's Poetry About a Book and the Secrets of Knowledge is a form of repetition of the alliteration type. 2 The implications of the analysis of figurative language in the book Anthology of Teacher Poems About a Book and Secrets of Knowledge for the learning of literature in high school can provide an understanding of the types of figurative language of repetition in a poem. These implications can be used as additional teaching materials to improve students' ability to understand the building blocks of a poem while at the same time creating a work of study aims to 1 describe the obsession of the characters in the novel Guru Aini by Andrea Hirata, 2 describe the inner conflicts experienced by the characters in the novel Guru Aini by Andrea Hirata, 3 describe the relevance of the obsession of the characters in the novel Guru Aini by Andrea Hirata in literature learning in high school. The method used in the research is a qualitative description method. The data in this study were sentences, dialogues, and paragraphs in the novel Guru Aini by Andrea Hirata. The data source in this research is the novel Guru Aini by Andrea Hirata published in February 2021 published by PT Bentang Pustaka with a total of 336 pages. The data collection technique is done by using the library / reading technique, taking notes, and then entering it into the data collection table. Data analysis techniques used data reduction, data exposure, and inference. The validity of the data was obtained through source triangulation. The results of this study indicate that 1 the obsession of the characters in the novel Guru Aini by Andrea Hirata, there are four characters who have an obsession, Desi is one of the characters who has an obsession with Desi's obsession, which is obsessed with finding students who are geniuses in mathematics in Ketumbi's village. 2 inner conflict in the novel Guru Aini by Andrea Hirata, there are ten characters who have inner conflicts, Desi is a character who often experiences inner conflicts. 3 the relevance or relevance of the novel Guru Aini by Andrea Hirata in learning literature in class XII high school with basic competencies. Analyzing fiction in SantianiPetrus Poerwadi Misnawati MisnawatiSri MayaMystical is a spiritual effort in realizing the social relations that prevail in society. Mystical as an understanding that gives teachings that are secret or all-secret, hidden, dark, and veiled in darkness, so that they are only known, known, or understood by certain people,especially their adherents. This study aims to describe the mystical forms and beliefs of the Ma'anyan Dayak people towards mystical matters including 1Mystical forms in the novels Minyak Bintang, Dalung, and Kariau 2 Public beliefs in mystical elements contained in the novels Minyak Bintang, Dalung, and Kariau 3 implications for literature learning in high school class XII. This research approach uses a qualitative research approach using descriptive methods. The data sources used in this study are Novels, Wawaacara, and field notes. The data in this study are Neno Cristiandi Neno's novel Minyak Bintang, Dalung, and Kariau and interviews with speakers conducted in Jaweten Village and Garinsing Village, East Barito Regency. Data analysis of this study was analyzed by reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The results of research on mystical forms and people's belief in mystical things and implications for literature learning in high school show 1 How mystical forms in the novels Minyak Bintang, Dalung, and Kariau. 2 there are five mystical forms3 there are three public beliefs in mystical things. The results of this study can be used in novel learning in high school class XII, especially in competency interpreting the author's view of life in the novel being TritiaPetrus Poerwadi Paul DimanMariani MarianiReduplication is a study of morphology regarding the process of repeating words, either in whole or in part, with varying phonemes or not, in combination with affixes or not, and becomes a language unit as a phonological and grammatical tool. This research was conducted to find out how the form and meaning of the reduplication of the Ngaju Dayak language in the stories of Tambun and Bungai are found in the book "The Ot Danum from Tumbang Miri until Tumbang Rungan". This study uses a qualitative research method with a descriptive approach and the data are taken from a book about legend stories about the Ngaju Dayak in a book entitled "The Ot Danum from Tumbang Miri until Tumbang Rungan". Data collection techniques on this research is a listening and note-taking technique. Data analysis techniques used is according to Matthew B. Miles and A. Michael Huberman which is divided into three namely data reduction, data display or data presentation, as well as conclusions and conclusions verification. The results of the research on the legendary stories about Tambun and Bungai in a book entitled "The Ot Danum from Tumbang Miri until Tumbang Rungan" shows that 1 there are 4 forms of reduplication and 3 types of reduplication meanings in this study. The results of the study also has implications for literary learning for grade X senior high school students in second semesters, especially KD and KD AlfianiePatrisia CuesdeyeniAlifiah NurachmanaIka NurfitriaThis study aims to determine the ecranization of Rweinda's Antares novel into the Antares film directed by Rizal Mantovani, namely in the form of shrinking, adding, and varying changes. This research is limited to ecranization analysis of intrinsic elements plot, characters, and setting. Therefore, this study will describe 1 the ecranization of Rweinda's novel Antares in the film Antares directed by Rizal Mantovani, 2 the ecranization of the addition of the novel Antares by Rweinda into the film Antares directed by Rizal Mantovani, and 3 the ecranization of changes varies from the novel Antares by Rweinda to the film Antares directed by Rizal Mantovani. This study used descriptive qualitative method. The subject of this research is a novel entitled Antares by Rweinda and the film Antares directed by Rizal Mantovani. Data collection procedures in this study used reading techniques, viewing techniques, and note-taking AbrahamPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan struktur kepribadian tokoh utama dalam novel Surat Kecil untuk Tuhan karya Agnes Davonar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan psikologi sastra, teori struktur kepribadian Sigmund Freud yang meliputi id atau das es, ego atau das ich, superego atau das ueber ich. Data penelitian ini berupa kata-kata dan tindakan serta kutipan yang berkaitan dengan struktur kepribadian tokoh utama Keke, struktur kepribadian tokoh tambahan Ayah, dan struktur kepribadian tokoh tambahan Andi. Sumber data diperoleh dari novel Surat Kecil Untuk Tuhan Karya Agnes Davonar. Instrumen utama penelitian ini adalah peneliti sendiri serta dibantu oleh kisi-kisi penjaringan data berupa tabel. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa struktur kepribadian tokoh utama Keke, tokoh bawahan Ayah dan tokoh bawahan Andi dalam novel “Surat Kecil Untuk Tuhan” karya Agnes Davonar dibagi menjadi tiga unsur, yakni id atau das es, ego atau das ich, superego atau das ueber ich. Struktur kepribadian id tokoh utama Keke didominasi oleh proses primer membayangkan dan menghayal, struktur kepribadian ego tokoh utama Keke timbul dan terjadi karena dorongan dari id karena ego adalah ekskutif atau pelaksana, dan struktur kepribadian superego tokoh utama Keke didominasi oleh conscience. Struktur kepribadian id tokoh bawahan Ayah didominasi oleh tindak refleks dan proses primer, struktur kepribadian ego tokoh bawahan Ayah timbul dan terjadi karena dorongan dari id, struktur kepribadian superego tokoh bawahan Ayah didominasi oleh ego ideal. Struktur kepribadian id tokoh bawahan Andi didominasi oleh tindak refleks dan proses primer membayangkan, struktur kepribadian ego tokoh bawahan Andi beroperasi mengikuti prinsip realita, struktur kepribadian superego tokoh bawahan Andi didominasi oleh purposes of this research are to describe story facts, personality structure of female lead character, and the factor behind personality changes of female lead character in the novel Alisya by Muhammad Makhdlori. This research is a descriptive qualitative research with psychology of literature studies. This research use objective approach. The data source of this research is from the novel Alisya by Muhammad Makhdlori. The data collection techniques are reading and noting. The data analysis technique used qualitative analysis that consists of three ways, those are data reduction, data presentation, and drawing conclusion. The results of this research showed some findings, firstly, story fact in the novel Alisya consists of plot, characterization, and setting. The plot in this novel is forward. The characters in this novel are having roles as main character and additional character. Settings of place in this novel are in Batam, Jakarta and Singapore. Settings of time happen before Alisya became a bitch, after Alisya became a bitch, when Alisya infected HIV’s virus and the last when Alisya stop became a bitch. Social setting in this novel is society’s point of view of HIV’s victim. Secondly, the stimulus of id in Alisya portrayed when Alisya want to flee from poverty, want to become a famous model, want to take a break, want to die, and want to eat. The responds of ego showed when Alisya decided to achieve an offer to take naked photo in magazine and when she decided to achieve Sandy’s invitation to go to the party that held in Singapore. The superego responds showed when Alisya counterbalances whether to achieve the offer to take naked photo or not. Thirdly, from the analysis of Alisya’s personality the researcher fond some factors of Alisya’s personality changes, those are; physical factor, social factor, and the factor from her own self. Keywords female lead character, personality, Alisya novel Miswari MiswariThis study is grounded from the reality there are many students who do not yet have self efficacy during the learning process. This reality is a major problem of the declining quality of teaching and learning activities. This reality became a concern teacher to find a solution. This study aimed to describe the urgency, the rule and functions and methods that can be used teachers to foster self efficacy learners. The type of this study is a research library with a logical approach unrealistic. The data obtained through the study of assosiated libraries with realities on theground. While the results of the study is first, self efficacylearners is very important in the learning process quality. Since he became the internal factors of learners to be ready to receive the the role and function of self efficacy in self learners can improve learning outcomes that a better qualified, because of the self-learners have the feeling that sure can judge him, controlling him, causing positive emotions about what he faced. Third, how to do to foster self efficacy is to train the management of self-learners. Self-management starts with the train-ability learners specify learning objectives, and be able to motivate and provide reinforcement to ourselves. هذه الدراسة تستندت على واقع الكفاءة الذاتية أثناء عملية التعلم. هذه احلقيقة هي املشكلة الرئيسية يف تدهور نوعية األنشطة التعليمية والتعلم. هذه احلقيقة هي أيضا مصدر االهتمام للمعلمني إلجياد حله. هدفت هذه الدراسة إىل وصف االستعجال، والقواعد، وظائف واألساليب اليت ميكن استخدامها من قبل املعلمني لتعزيز املتعلمني الكفاءة الذاتية. هذا البحث هو مكتبة األحباث مع نهج منطقي ليست واقعية. مت احلصول على البيانات من خالل باحث مكتبة مع الواقع على األرض. يف حني أن نتائج البحث هي أوال، الكفاءة الذاتية للطالب أمر مهم جدا يف جودة العملية التعليمية. منذ توليه العوامل الداخلية املتعلمني لتكون جاهزة الستقبال املعرفة. ثانيا، دور ووظيفة الكفاءة الذاتية يف املتعلمني الذاتي ميكن أن حتسن نتائج التعلم العالي اجلودة، وذلك ألن الطالب لديهم شعور واضح ميكن تقييم والسيطرة على أنفسهم اليت ميكن أن تسبب املشاعر االجيابية حول ما واجه. ثالثا، كيفية زراعة املتعلمني الكفاءة الذاتية. هو خدعة لتدريب اإلدارة الذاتية املتعلمني. تبدأ اإلدارة الذاتية، مع القدرة على تدريب الطالب على حتديد أهداف التعلم وحتفيز وتوفري التعزيز Novel "Cantik Itu Luka" Karya Eka Kurniawan Melalui Unsur Intrinsik Dan Menggunakan Psikoanalisis. Reform Jurnal Pendidikan, SosialRuni FazalaniFazalani, Runi. 2021. Menganalisis Novel "Cantik Itu Luka" Karya Eka Kurniawan Melalui Unsur Intrinsik Dan Menggunakan Psikoanalisis. Reform Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Budaya, 401, 11-23. Google ScholarKlasifikasi Emosi Tokoh Dalam Novel Titian Takdir Karya W Sujani Kajian Psikologi SastraEka HidayatiSuciWardiahDessyArif ArdiansyahHidayati, Eka Suci, Wardiah, Dessy, & Ardiansyah, Arif. 2021. Klasifikasi Emosi Tokoh Dalam Novel Titian Takdir Karya W Sujani Kajian Psikologi Sastra. Jurnal Pendidikan Tambusai, 51, 2005-2017. Google Scholar Koswara. 1991. Teori-Teori kepribadian. Bandung PT. of psychology. Alfred a. knopfDavid KrechRichard S CrutchfieldNorman LivsonKrech, David, Crutchfield, Richard S., & Livson, Norman. 1974. Elements of psychology. Alfred a. knopf. Google ScholarNaskah drama sampek engtay karya n. riantiarno dan romeo juliet karya William shakespeare tinjauan intertekstualitas, kajian feminisme, dan nilai edukatif. UNS Sebelas Maret UniversityAfsun NirmalaAuliaNirmala, Afsun Aulia. 2009. Naskah drama sampek engtay karya n. riantiarno dan romeo juliet karya William shakespeare tinjauan intertekstualitas, kajian feminisme, dan nilai edukatif. UNS Sebelas Maret University. Google Scholar
emosi dalam drama dapat berupa